ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kirab Bung Karno Upaya Luruskan Sejarah Tempat Kelahiran Bung Karno
24 Juni 2024 17:00

JOMBANG – Sejarah menjadi aspek penting dalam sebuah peradaban manusia, agar bisa mengenal, memahami dan tidak lupa akan identitas dari manusia itu sendiri. Sampai saat ini, masih banyak sejarah yang belum terungkap dengan jelas, baik mengenai peradaban suatu bangsa atau tokoh penting dalam sejarah, salah satunya ialah sejarah mengenai tempat kelahiran Bung Karno sang penyambung lidah rakyat.
Minggu (23/06/2024) Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Kab. Jombang bersama masyarakat Ploso - Jombang mengadakan Kirab Titik Nol Bung Karno untuk pertama kalinya, bertempat di Gang Buntu Desa Rejoagung, Kec. Ploso, Kab. Jombang. Bertujuan untuk meluruskan kembali sejarah mengenai tempat kelahiran Bung Karno, yaitu bukan di Surabaya melainkan di Ploso, Jombang. Pelurusan sejarah ini ditegaskan dengan rencana penetapan rumah lahir Bung Karno sebagai cagar budaya.
Acara Kirab Titik Nol Bung Karno dihadiri oleh masyarakat Ploso, pemerintah Kab. Jombang dan Kec. Ploso, Kepala Disdikbud serta perwakilan dari keluarga Bung Karno sendiri. Pada sambutannya Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya Senen S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa acara kirab merupakan penguatan bukti akan lahirnya Bung Karno pada 6 Juni 1902 di Ploso.
“Kami dari pemerintah daerah Jombang akan mengambil langkah, menetapkan rumah lahir Bung Karno sebagai cagar budaya,” demikian disampaikan oleh Pak Senen.
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon