ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Jejak Sang Proklamator: Kirab Titik Nol Bung Karno di Ploso
21 Juni 2025 16:10

JOMBANG – Jejak kelahiran Ir. Soekarno akrab dengan panggilan Bung Karno, kini mulai mencuat dalam perbincangan publik. Lokasinya berada di sebuah gang buntu di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Warga Ploso menyambut fakta baru ini dengan rasa syukur, meyakini bahwa kebenaran sejarah merupakan bagian penting dari identitas Bangsa Indonesia. Pengakuan atas situs kelahiran ini kini tengah diupayakan melalui berbagai inisiatif pelestarian yang lahir dari kepedulian masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran sejarah, pada Jumat, (20/5/2025), digelar Kirab Titik Nol Bung Karno, yang menjadi rangkaian dari Ploso Fest 2025: Festival Bung Karno.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Ploso, komunitas sejarah, organisasi masyarakat (ormas), Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia, Komunitas Titik Nol, dan Persada Soekarno Kediri.
Peserta kirab diikuti dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, guru, tokoh masyarakat, perwakilan ormas, komunitas budaya, pegiat sepeda ontel, hingga anggota OPSHID (Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah).
Sejumlah komunitas mengenakan kostum bertema nasionalisme seperti kebaya, jas formal ala Bung Karno, kain lurik, hingga busana adat sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Bung Karno dan ekspresi nilai-nilai kebangsaan.
Menurut Binhad Nurrohmat, seorang Inisiator kelahiran Bung Karno di Ploso, kirab ini merupakan ungkapan kebanggaan masyarakat atas keterkaitan historis kampung mereka dengan sosok Bung Karno.
“Kegiatan ini sebenarnya ekspresi masyarakat Ploso yang kampung halamannya kebetulan menjadi bagian dari jejak sejarah Soekarno. Kirab Titik Nol Soekarno adalah semacam perayaan untuk terus mengingat bahwa di sini ada jejak sejarah penting yang tidak boleh dilupakan, jangan sampai terputus,” jelasnya.
Kirab digelar berdasarkan kajian data dan dokumen sejarah yang dihimpun oleh para sejarawan.
Tridoyo Purnomo, selaku Camat Ploso menyampaikan, “Kirab menjadi bagian dari rangkaian Ploso Fest ini, kami ingin menyampaikan kepada dunia luar aspirasi dan inisiasi masyarakat Ploso bahwa Bung Karno lahir di Ploso Jombang, pada 6 Juni 1902. Hal itu didasarkan pada bukti-bukti otentik dan temuan dokumen-dokumen baru,” jelasnya.
Penulis: Jauharotun Naaja
Editor: Nuraida
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan