ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Jejak Sang Proklamator: Kirab Titik Nol Bung Karno di Ploso
21 Juni 2025 16:10
Sejumlah komunitas mengenakan kostum bertema nasionalisme seperti kebaya, jas formal ala Bung Karno, kain lurik, hingga busana adat sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Bung Karno dan ekspresi nilai-nilai kebangsaan.
“Kegiatan ini sebenarnya ekspresi masyarakat Ploso yang kampung halamannya kebetulan menjadi bagian dari jejak sejarah Soekarno. Kirab Titik Nol Soekarno adalah semacam perayaan untuk terus mengingat bahwa di sini ada jejak sejarah penting yang tidak boleh dilupakan, jangan sampai terputus,” jelas Binhad Nurrohmat, seorang Inisiator kelahiran Bung Karno di Ploso.
Kirab digelar berdasarkan kajian data dan dokumen sejarah yang dihimpun oleh para sejarawan.
Tridoyo Purnomo, selaku Camat Ploso menyampaikan, “Kirab menjadi bagian dari rangkaian Ploso Fest ini, kami ingin menyampaikan kepada dunia luar aspirasi dan inisiasi masyarakat Ploso bahwa Bung Karno lahir di Ploso Jombang, pada 6 Juni 1902. Hal itu didasarkan pada bukti-bukti otentik dan temuan dokumen-dokumen baru,” jelasnya.
Di sisi lain, Kuswartono menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terutama generasi muda meningkat signifikan.
"Menurut kami, luar biasa perkembangannya. Baru dua kali digelar, pesertanya sudah banyak, sekalipun masih di tingkat kecamatan. Harapannya, jika kelahiran Soekarno di Ploso sudah ditetapkan secara resmi, kirab ini bisa menjadi event tingkat Kabupaten Jombang,” ujarnya.

Beliau juga menyoroti keistimewaan momentum kirab tahun ini yang bertepatan dengan hari dan weton kelahiran Bung Karno yakni Jumat Pon.
Adapun rute kirab dimulai dari Gang Buntu, lokasi rumah kelahiran Bung Karno, kemudian menelusuri sejumlah titik historis yang berkaitan dengan masa kecilnya di Ploso. Di antaranya adalah:
- Sekolah Ongko Loro: Tempat ayahnya, Raden Soekeni, mengajar.
- Sekolah Desa: Tempat Bung Karno mengenyam pendidikan dasar yang kini beralih fungsi menjadi terminal Ploso.
- Pesantren Kedung Turi: Tempat beliau mengaji, yang kini dikenal sebagai Pesantren Majma'al Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah.
Kirab mencapai titik akhir di Balai Desa Losari, Kec. Ploso.

Pekikan semangat para peserta Kirab seperti 'Titik Nol Soekarno! Ploso Ploso Ploso! Merdeka!' menggema di sepanjang kirab, menambah semarak suasana.

Adapun pendanaan kegiatan ini berasal dari kolaborasi berbagai pihak. “Pembiayaannya dari pemerintah kecamatan, juga ada partisipasi seperti PT Sehat Tentrem Jaya Lestari, PT Maa'an Ghodaqo Shiddiq Lestari dan lain-lain, serta gotong royong masyarakat dan ormas termasuk dukungan dari PCTA Indonesia,” terang Kushartono.
Di balik ungkapan syukur yang mewarnai semaraknya Kirab Titik Nol Soekarno, tersimpan harapan besar agar situs-situs bersejarah terkait kelahiran Bung Karno di Ploso segera ditetapkan sebagai cagar budaya, demi melestarikan jejak sejarah Sang Proklamator. (OPSHID MEDIA)
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya