Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Jejak Sang Proklamator: Kirab Titik Nol Bung Karno di Ploso

21 Juni 2025 16:10

Jejak Sang Proklamator: Kirab Titik Nol Bung Karno di Ploso
Di sisi lain, Kuswartono menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terutama generasi muda meningkat signifikan.
 
"Menurut kami, luar biasa perkembangannya. Baru dua kali digelar, pesertanya sudah banyak, sekalipun masih di tingkat kecamatan. Harapannya, jika kelahiran Soekarno di Ploso sudah ditetapkan secara resmi, kirab ini bisa menjadi event tingkat Kabupaten Jombang,” ujarnya.
 
2_20250621_112552_0001.webp (415 KB)
 
Beliau juga menyoroti keistimewaan momentum kirab tahun ini yang bertepatan dengan hari dan weton kelahiran Bung Karno yakni Jumat Pon.
 
Adapun rute kirab dimulai dari Gang Buntu, lokasi rumah kelahiran Bung Karno, kemudian menelusuri sejumlah titik historis yang berkaitan dengan masa kecilnya di Ploso. 
 
Di antaranya adalah Sekolah Ongko Loro, tempat ayahnya; Raden Soekeni mengajar. Sekolah Desa, tempat Bung Karno mengenyam pendidikan dasar yang kini beralih fungsi menjadi terminal Ploso. Pesantren Kedung Turi, tempat beliau mengaji, yang kini dikenal sebagai Pesantren Majma'al Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah. Kirab mencapai titik akhir di Balai Desa Losari, Kec. Ploso.
 
20250621_113922_0000.webp (1.94 MB)
 
Pekikan semangat para peserta Kirab seperti 'Titik Nol Soekarno! Ploso Ploso Ploso! Merdeka!' menggema di sepanjang kirab, menambah semarak suasana.
 
3_20250621_112552_0002.webp (561 KB)
 
Adapun pendanaan kegiatan ini berasal dari kolaborasi berbagai pihak. “Pembiayaannya dari pemerintah kecamatan, juga ada partisipasi seperti PT Sehat Tentrem Jaya Lestari, PT Maa'an Ghodaqo Shiddiq Lestari dan lain-lain, serta gotong royong masyarakat dan ormas termasuk dukungan dari PCTA Indonesia,” terang Kushartono.
 
Di balik ungkapan syukur yang mewarnai semaraknya Kirab Titik Nol Soekarno, tersimpan harapan besar agar situs-situs bersejarah terkait kelahiran Bung Karno di Ploso segera ditetapkan sebagai cagar budaya, demi melestarikan jejak sejarah Sang Proklamator. (OPSHID MEDIA)

Penulis: Jauharotun Naaja

Editor: Nuraida

  1. Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
  2. Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
  3. Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
  4. Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
  5. Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
  6. Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
  7. Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
  8. Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
  9. Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
  10. Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan