ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Jejak Sang Proklamator: Kirab Titik Nol Bung Karno di Ploso
21 Juni 2025 16:10

Di sisi lain, Kuswartono menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terutama generasi muda meningkat signifikan.
"Menurut kami, luar biasa perkembangannya. Baru dua kali digelar, pesertanya sudah banyak, sekalipun masih di tingkat kecamatan. Harapannya, jika kelahiran Soekarno di Ploso sudah ditetapkan secara resmi, kirab ini bisa menjadi event tingkat Kabupaten Jombang,” ujarnya.

Beliau juga menyoroti keistimewaan momentum kirab tahun ini yang bertepatan dengan hari dan weton kelahiran Bung Karno yakni Jumat Pon.
Adapun rute kirab dimulai dari Gang Buntu, lokasi rumah kelahiran Bung Karno, kemudian menelusuri sejumlah titik historis yang berkaitan dengan masa kecilnya di Ploso.
Di antaranya adalah Sekolah Ongko Loro, tempat ayahnya; Raden Soekeni mengajar. Sekolah Desa, tempat Bung Karno mengenyam pendidikan dasar yang kini beralih fungsi menjadi terminal Ploso. Pesantren Kedung Turi, tempat beliau mengaji, yang kini dikenal sebagai Pesantren Majma'al Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah. Kirab mencapai titik akhir di Balai Desa Losari, Kec. Ploso.

Pekikan semangat para peserta Kirab seperti 'Titik Nol Soekarno! Ploso Ploso Ploso! Merdeka!' menggema di sepanjang kirab, menambah semarak suasana.

Adapun pendanaan kegiatan ini berasal dari kolaborasi berbagai pihak. “Pembiayaannya dari pemerintah kecamatan, juga ada partisipasi seperti PT Sehat Tentrem Jaya Lestari, PT Maa'an Ghodaqo Shiddiq Lestari dan lain-lain, serta gotong royong masyarakat dan ormas termasuk dukungan dari PCTA Indonesia,” terang Kushartono.
Di balik ungkapan syukur yang mewarnai semaraknya Kirab Titik Nol Soekarno, tersimpan harapan besar agar situs-situs bersejarah terkait kelahiran Bung Karno di Ploso segera ditetapkan sebagai cagar budaya, demi melestarikan jejak sejarah Sang Proklamator. (OPSHID MEDIA)
Penulis: Jauharotun Naaja
Editor: Nuraida