Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Memperingati Hari Pahlawan, Organisasi PCTAI Adakan Tasyakkuran di Balai Pemuda Surabaya

11 November 2022 16:30

Memperingati Hari Pahlawan, Organisasi PCTAI Adakan Tasyakkuran di Balai Pemuda Surabaya

Rabu (09/11/2022) lalu, Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI) yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan, yang diprakarsai oleh Bpk. Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi mengadakan Tasyakkuran dalam Rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional di Gedung Balai Pemuda Surabaya. Acara ini baru pertama kali diadakan oleh PCTAI dan Surabaya dipilih sebagai tempatnya, pasalnya Surabaya adalah satu satunya kota yang mendapat julukan kota Pahlawan. Dalam acara tersebut, selain dimeriahkan oleh Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah, juga diikuti oleh tokoh-tokoh keagamaan dari berbagai lintas Agama.

"Mengenang para pahlawan kita mengajak untuk merenungkan hal yang paling esensial yakni berkemaknaan hidup. Bahwa hidup harus membawa makna minimal bagi setiap orang di sekitar kita. Ketika kehadiran kita memberi makna disitu juga kita menjadi pahlawan" ujar pak Nyoman selaku ketua organisasi PCTAI.

Pengorbanan besar telah diberikan oleh para pejuang di Jawa Timur khususnya Surabaya dalam pertempuran di Surabaya. Hal ini seharusnya mengandung pesan untuk kita Bangsa Indonesia, agar senantiasa rela berkorban memberi yang terbaik dari apa yang kita punya untuk Bangsa, Negara, dan Tanah Air dalam mengisi kemerdekaan yang telah mereka pertahankan.

Pada kesempatan saat itu, hadir pula salah satu teman seperjuangan Pahlawan Nasional Bung Tomo yang saat itu turut berjuang melawan Belanda dan sekutu bersama arek-arek Suroboyo. Beliau adalah mbah Ahmad yang sekarang usianya sudah 100 tahun.

Dalam sambutanya beliau menyampaikan Terimakasih kepada Bpk. Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi karena sangat peduli kepada pahlawan-pahlawan yang sudah gugur maupun pahlawan-pahlawan yang sekarang masih hidup, "saya sangat- sangat berterimakasih" ujarnya.

Sesuai dengan temanya yaitu "kembalilah kepada Jati Diri Bangsa", Sang Pemrakarsa PCTAI, Bpk. Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi senantiasa mengingatkan semua orang yang hadir di dalam acara tersebut bahwa bahaya terbesar yang mengancam Indonesia bukanlah bahaya gunung meletus, tanah longsor, maupun tsunami, akan tetapi bahaya terbesar adalah terkikisnya Jati Diri Bangsa Indonesia.

"Jati Diri itu Ghoib, tidak bisa ditangkap oleh panca indra dhohir, tetapi bisa dilihat dari penampakanya ada berbagai macam. Sumpah pemuda, adalah penampakan Jati Diri Bangsa Indonesia, lagu Indonesia Raya adalah penampakan Jati Diri Bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Rakyat Indonesia, UUD 1945 alenia 3, itu juga penampakan Jati Diri Bangsa Indonesia. Berdirinya NKRI juga penampakan Jati Diri Bangsa. Hari pahlawan 10 November juga penampakan Jati diri Bangsa Indonesia", mengutip dari pitutur luhur Sang Pemrakarsa yang disampaikan di puncak acara tersebut.

Acara Tasyakkuran tersebut juga disemarakkan dengan adanya Gelar Seni Budaya dan juga Dialog Kebangsaan yang diisi oleh Narasumber Zakky Yanani, SH., serta Ir. Edy Setiawan, M.Si. (OPSHID Media)

 

 

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Sa’adatush S.