ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Menjaga Tali Shillaturahmi dengan Kasih kepada Janda Pejuang Shiddiqiyyah
· 1 menit baca · Diperbarui
JOMBANG - Kembali berlangsung shillaturahmi yang diadakan dalam acara Tali Asih bagi istri-istri para almarhum Kholifah dan Wali Talqin Shiddiqiyyah, di teras kediaman Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi Syeikh Mukhtarulloh Al Mujtabaa, Ponpes Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, (07/02/2024) pagi.
Tali Asih merupakan acara rutin yang dilaksanakan bertepatan dengan Isro' Mi'roj Muhammad SAW dan Hari Shiddiqiyyah dengan tujuan untuk tetap menjalin tali shillaturahmi dengan istri-istri para Kholifah dan Wali Talqin Shiddiqiyyah yang telah wafat, juga sebagai salah satu pengamalan dari ciri khas Shiddiqiyyah, yakni Shillaturahmi, Santun, Shodaqoh.
“Tali Asih itu adalah acara untuk tetap menjaga shillaturohmi dengan keluarga Kholifah atau Wali Talqin, meski Kholifah atau Wali Talqin itu sudah meninggal”, terang Bapak Edi Setiawan selaku ketua panitia.
Adapun rangkaian acara terdapat do’a pembukaan, sambutan-sambutan, pitutur luhur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, dan penyampaian tali asih serta ramah tamah. Dalam Mauidhotul Chasanah, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah menyampaikan tentang bahayanya menjadi manusia yang bakhil (pelit) dan hebatnya manusia yang dermawan. Beliau juga menerangkan seputar syukur, cinta tanah air, dan jasa para Kholifah serta Wali Talqin, sehingga Shiddiqiyyah dapat menjadi Thoriqoh Internasional.
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari