ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Ditinggal Suami, Suwarsi Banting Tulang Hidupi Ketiga Anaknya
· 3 menit baca
HARAPAN AKHIRNYA DATANG
Suatu hari, Organisasi Dhilaal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) Shiddiqiyyah datang melakukan survei. Mereka melihat langsung kondisi rumah dan kehidupan keluarga Suwarsi untuk memastikan bahwa bantuan Rumah Syukur benar-benar diberikan kepada keluarga yang membutuhkan.
Tak lama kemudian, pada tanggal 4 Juni 2026, kabar yang selama ini tidak terbayangkan akhirnya datang, "Saya sangat senang sekali mendapatkan bantuan Rumah Syukur dari relawan Shiddiqiyyah," ungkap Suwarsi.
Kabar itu juga disambut hangat oleh masyarakat sekitar. Warga bergotong royong mengangkut material bangunan, sementara sebagian lainnya menyiapkan konsumsi bagi para relawan yang bekerja. Kepedulian tumbuh dari banyak tangan yang ingin melihat keluarga Suwarsi memiliki rumah yang lebih layak.
SEBUAH RUMAH BARU, SEBUAH HARAPAN BARU
Bagi Suwarsi, Rumah Syukur bukan sekadar bangunan baru. Rumah Syukur ini hadir untuk menghapus kekhawatiran yang selama ini selalu datang setiap kali hujan turun. Kini, Anak-anaknya dapat beristirahat di rumah yang lebih baik dan layak.
"Dengan adanya rumah ini, kami bisa hidup dengan rasa aman, tenang, dan nyaman. Semoga rumah ini menjadi tempat yang penuh berkah bagi keluarga kami, dan semoga bantuan Rumah Syukur juga membawa manfaat bagi siapa pun yang menerimanya," harapnya. (OPSHID Media)
- OPSHID Serahkan 7 Rumah Gratis Siap Ditempati
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945