ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Wiji: Pencari Bekicot Asal Bojonegoro Harus Menanggung Hutang Lantaran Ditipu
01 November 2025 10:09
UJIAN KEPERCAYAAN DAN PERTEMUAN DENGAN OPSHID
Sebelum menerima bantuan rumah, Pak Wiji sempat trauma karena pernah ditipu. Sertifikat rumah dan sepeda motor putri semata wayangnya pernah dipinjam seseorang yang ternyata digunakan untuk meminjam uang ke bank. Hutang itu dibebankan padanya, padahal motor tersebut baru lunas setelah tiga tahun kredit. Sejak saat itu, ia sulit percaya pada siapa pun.
Peristiwa itu berdampak ketika OPSHID datang dan meminta fotokopi surat tanah, ia takut bantuan itu hanya tipudaya. Padahal bahan bangunan sudah diangkut ke rumahnya. Hingga akhirnya, ia bertemu dengan Bapak Kholifah Achmad dan para anggota Shiddiqiyyah menjelaskan bahwa program ini adalah “Rumah Syukur Layak Huni bukan bedah rumah biasa”.
Setelah diyakinkan, hatinya luluh. Ia merasa lega dan bersyukur. “Sing dibangunkan rumah iki ora asal wong, tapi wong sing ruwet kados kulo niki,” katanya sambil tersenyum. Dalam waktu 16 hari, rumah impiannya selesai dibangun.
Putrinya, Wahyu, takjub melihat hasilnya. “Pembangunan ini sudah di atas rata-rata, nggak kebayang pokoknya kalau jadinya seperti ini,” ujarnya.
Kini, keseharian keluarga kecil ini diisi dengan bertani jagung, menanam ubi, mencari gemek liar, dan beternak ayam. Sementara Indrati kadang membantu warga membersihkan rumah atau berjualan gorengan untuk menambah penghasilan.
Di tengah kesederhanaan itu, mereka tak lupa bersyukur. “Sebagai kepala rumah tangga kami bersyukur dibantu banyak, salah satunya dibangunkan rumah syukur. Semoga keluarga OPSHID diberi kesehatan, panjang umur, dan rezeki lancar,” ujar Wiji dengan mata berbinar.
Sementara sang putri menambahkan, “Beribu terima kasih untuk OPSHID. Semoga semua anggota diberi umur panjang, sehat selalu, dan tidak ada yang mengalami apa yang pernah kami rasakan, yaitu ditipu orang lain.”
Kini rumah mereka bukan sekadar bangunan, tapi simbol perjuangan, kesabaran, dan doa yang dikabulkan dari seorang pencari bekicot di rawa-rawa. Sosok Wiji berubah menjadi teladan dengan penuh keteguhan hati dan rasa syukur.
Kisah hidupnya mengajarkan bahwa keajaiban bukan datang dari kekuatan, tapi dari hat yang tak menyerah. (OPSHID Media)
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang