ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Calista : Ibu Wafat, Ayah Pergi, Balita Pati Tumbuh di Pelukan Nenek
02 November 2025 15:00
Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tua. Namun, tidak semua anak dapat merasakan kebahagiaan ini. Seperti Calista, seorang anak piatu berusia 5 tahun yang kini hidup berdua bersama neneknya Legi (53) lantaran sang ibu telah meninggal dunia karena tersengat listrik, Sedangkan ayahnya memilih untuk pergi meninggalkannya begitu saja.
Calista Sherly Anggelin adalah seorang anak yang tinggal di Ds. Kalimulyo Dk. Kijingan Kec. Jakenan, Kab.Pati Jawa Tengah. Saat ini Calista baru berusia 5 tahun. Sejak lahir ia merasakan kasih sayang kedua orang tuanya hanya selama 3 bulan, karena setelahnya sang Ibu meninggalkan Calista dari dunia ini untuk selama-lamanya.
Kisah ini berawal dari 5 tahun yang lalu sekitar tahun 2020. Suatu hari, ibu Calista yang bernama Maya Kunafaatin sedang makan dan hendak menyalakan TV. Tanpa menyadari keadaan sekitar, Maya langsung mencolokkan kabel TV ke stopkontak. Nahas, salah satu kabel TV ada yang mengelupas, dan mengakibatkan tegangan tinggi yang akhirnya menyengat Maya.
Kejadian itu begitu cepat dan tidak pernah terduga. Saat itu kondisi Maya tengah mengalami darah rendah dan mengakibatkan Maya tidak bisa diselamatkan. Maya wafat di usia yang baru menginjak 20 tahun dan meninggalkan putri kecilnya Calista yang saat itu baru berusia 3 bulan. Kepergian Maya meninggalkan luka dalam bagi keluarganya, terutama bagi ibunya, Legi, karena Maya adalah anak tunggal satu-satunya.
Kini Calista hanya hidup berdua bersama neneknya, Ayah yang seharusnya menjadi sandaran dan pelindung bagi dirinya, justru memilih untuk pergi dan meninggalkan Calista di rumah neneknya. Berbulan-bulan, bertahun-tahun, hingga saat inipun, ayah Calista tak kunjung menjenguknya, tidak pernah memberi nafkah, bahkan tidak pernah menanyakan keadaannya.
Kabar duka itu akhirnya sampai ditelinga adik Legi yang bernama Sugiati, yang saat itu sedang merantau di Jakarta. Karena khawatir dengan keadaan sang kakak, Sugiati akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman guna membantu sang kakak yang sedang mengalami kesusahan.
Rumah Sugiati sangat dekat dengan rumah Legi sehingga mempermudah Sugiati untuk membantu mengasuh cucu Legi. Kehadiran sang adik di kampung halaman sangat membantu Legi karena saat itu Legi benar-benar membutuhkan dukungan secara materi maupun secara mental. “Anaknya itukan Cuma satu ya, ibu Calista itu aja, pisah sama suami juga saat anaknya masih kecil. Jadi hidupnya ya berdua sama anaknya. makanya pas ditinggal anaknya itu ya sempet kayak linglung”. Ungkap Sugiati dengan mengingat keadaan kakaknya kala itu.
Sepeninggal Maya, ekonomi Legi semakin memburuk. pasalnya Legi tidak bisa bekerja karena harus mengasuh Calista yang masih bayi. Padahal saat itu Calista sangat membutuhkan susu formula sebagai pembantu kebutuhan gizinya. Melihat kondisi tersebut, Sugiati tidak tinggal diam ia selalu membantu kebutuhan sehari-hari sang kakak.
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus