Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Calista : Ibu Wafat, Ayah Pergi, Balita Pati Tumbuh di Pelukan Nenek

02 November 2025 15:00

Calista : Ibu Wafat, Ayah Pergi, Balita Pati Tumbuh di Pelukan Nenek

Selain adiknya yang membantu, tetangga-tetangga Legi juga banyak yang bersimpati atas keadaan yang diterima Legi, hal itu membuat hati mereka bergerak ingin membantu dan memberi bahan makanan maupun kebutuhan yang diperlukan untuk bayi. “kesehariane kulo mbien niku nggih namung momong mboten kerjo, maeme nggih saking adik kulo niki kaleh sumbangan-sumbangan saking tonggo-tonggo” tutur Legi dengan mata berkaca-kaca.

Hal itu terus berlanjut hingga Calista semakin besar dan sudah bisa ditinggal neneknya bekerja. Kini Calista sudah berusia 5 tahun dan mulai masuk jenjang sekolah di Taman Kanak-Kanak. Meski Calista masih terbilang anak-anak namun ia sudah terbiasa hidup mandiri. 

Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari Legi bekerja serabutan, apa saja ia lakukan asalkan sang cucu bisa makan dan bisa sekolah. Menjadi buruh sawah, mengumpulkan barang-barang bekas untuk dirongsok, terkadang juga membantu adiknya membuat lapisan pelek truk, dengan penghasilan yang tidak menentu.

Calista bersama neneknya tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni. Karena keterbatasan ekonomi, Legi belum bisa merenovasi rumahnya. Legi hanya berharap bahwa suatu saat nanti ia bisa memperbaiki rumahnya, meskipun bagi Legi hal itu sangat mustahil, mengingat kondisi ekonomi yang sangat sulit.

Semakin hari kondisi rumahnya semakin rapuh, hal itu menarik perhatian dari pihak bedah rumah. Setelah proses yang panjang akhirnya Calista mendapat bantuan dari pemerintah berupa bedah rumah untuk merenovasi rumahnya. Namun tetap saja kondisi rumah itu masih jauh dari kata layak huni, renovasi tak dilakukan sampai tuntas. Tampak dinding bata terpasang belum sempurna, atap berbahan seng yang sangat panas, dan kamar tanpa jendela menjadi tempat mereka untuk bertahan hidup pasca dilakukan tahapan bedah rumah.

IMG_0705.jpeg (1.87 MB)
Foto rumah Calista setelah direnovasi bedah rumah

Melihat kondisi tersebut, DPD OPSHID FKYME Pati tergerak untuk membantu Calista. Hal ini kemudian terwujud dalam rangka mensyukuri Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke-97, OPSHID memutuskan untuk membangun rumah Calista hingga 100% layak huni, tak hanya layak tetapi juga megah, nyaman untuk Calista dan neneknya. Pembangunan rumah tersebut 100% dibiayai oleh OPSHID dan diserahkan secara gratis.

Nggih seneng sujud syukur alchamdulillah awale niku disanjangi kaleh mas-mas OPSHID ajeng angsal rumah, mbien niku sampun pernah dapet bantuan bedah rumah tapi Cuma separo nggak sampek selesai cuma 30%. Dan sak niki nggih OPSHID niku seng bangunaken rumah sampek dados” ungkap Legi dengan tangis haru.

kulo nggih sebagai adiknya juga ikut seneng, ada yang membantu membuatkan rumah. Pokoke nggih terimakasih banyak untuk OPSHID” tambah Sugiati.

IMG_0708.jpeg (733 KB)

Kini rumah Calista telah selesai dibangun oleh OPSHID, rumah yang akan menjadi pelindung baginya dari hujan dan dari panasnya matahari. Rumah yang akan membersamai tumbuh kembang Calista hingga kelak ia dewasa. Semoga Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina ini bisa menjadi tempat yang berkah, bisa membuat Calista dan neneknya hidup lebih nyaman dan tentram. (OPSHID Media)

 

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Nuraida