ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kariman: Rumah Kayu Rawan Terdampak Banjir, Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Panggung
06 Agustus 2024 20:35

Pertama kalinya, dengan tekad dan keberanian kuat bersandar pada Berkat Rochmat Alloh, Shiddiqiyyah Palembang akan membangun Rumah Syukur yang berbeda dari tahun sebelumnya, yakni dengan konsep rumah panggung, dengan luas 42 M² (panjang 15-16 m dan lebar 3,5 m).
"Rumah panggung dibuat untuk mencegah kerendam banjir, baik dari hujan maupun pasangnya air sungai. Kalau hujan turun bersamaan dengan pasangnya sungai, airnya meluap. Maka kami membangun rumah setinggi sekitar 1 meter dari pondasi", jelas Imam Huda, penanggung jawab pembangunan.
"Rumah dibangun seperti ini karena lokasinya yang berada dicekungan pinggir sungai, dengan jarak 50 meter dari sungai. Banjir disebabkan oleh kiriman air hujan dari berbagai tempat yang mengalir ke sini. Dan daerah ini merupakan dataran rendah yang sering disebut sebagai 'tempat parkirnya air,'" Tambah Imam Huda menerangkan bahwa rumah Pak Kariman rawan terdampak bencana banjir.
Konstruksi rumah panggung ini dirancang agar bangunan tetap kokoh dan lestari kemanfaatannya. "Kita memikirkan ini untuk jangka panjang", ucap Imam Huda.
Ia juga menyampaikan tantangan baru dan luar biasa dari pembangunan Rumah Syukur kali ini, "Tantangan jelas lebih ekstrim, lebih hebat. Pembangunan full dak cor an. Ini membutuhkan waktu, tenaga, dan pembiayaan berkali lipat dari standart biasanya", ucapnya dengan semangat.
Tak bisa dipungkiri, dalam perjuangan ini, relawan Shiddiqiyyah yang sebagian besar berperan sebagai kepala rumah tangga pun memiliki kewajiban lain, namun bukti cinta warha Shiddiqiyyah Palenmbang nyata adanya, "Memang benturan dengan pengeluaran kebutuhan pribadi, seperti biaya masuk sekolah anak. Namun bukan jadi penghalang, karena ada dorongan semangat yang asalnya dari cinta. Cinta terhadap Shiddiqiyyah dan beliau Sang Mursyid", ujar Imam Huda.
Pak Kariman mengungkapkan rasa syukur teramat dalamnya atas pemberian rumah dari Shiddiqiyyah untuk keluarganya. "Terima kasih sedalam-dalamnya dari hati saya, kepada tim yang sudah membantu dari malam sampai pagi, bangun Rumah Syukur Layak Huni untuk keluarga saya. Karena yang lama sudah lapuk, diganti dengan yang baru oleh Shiddiqiyyah dari Pusat Jombang, sampai ke Palembang, saya gak tau namanya siapa saja. Saya tidak bisa membalas apa-apa, cuma berdoa supaya dilancarkan rezeqinya kawan-kawan semua, dan tidak ada halangan apapun". (OPSHID MEDIA)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan