ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Membantu Mengurangi Angka Kemiskinan, Bagaimana Caranya? (Bagian II)
12 Oktober 2023 09:00
Gotong Royong
Di saat gotong royong komunal menjadi sebuah anomali, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) justru sudah melaksanakan berbagai program sosial berbasis gotong royong sejak tahun 2002. Sebut saja santunan sembako, santunan medis, hingga santunan rumah. Dan semua itu, dilakukan secara mandiri tanpa tendensi politik dan berasal dari gotong royong komunal—baik itu dari pembiayaan, perencanaan, tenaga, semua berasal dari dalam komunitas OPSHID dan warga Shiddiqiyyah sendiri.
Contohnya adalah program Rumah Syukur Layak Huni Oktober 2023 ini, dimana OPSHID membangun 66 rumah. Menurut keterangan dari Bapak Aria Rahman dari Departemen Sosial Kemanusiaan OPSHID dalam bincang-bincangnya bersama OPSHID Media pada podcast “Tanya Jawab Rumah Syukur bersama Aria Rahman”, bahwa fokus pembangunan adalah pada momentumnya. “Pembangunan tersebut hubungannya pada nilai Sumpah Pemuda. Maka otomatis meninggalkan semua identitas kekelompokan kita, hanya sama-sama sebagai anak Bangsa Indonesia dan sama-sama sebagai orang yang beriman. Jadi kita anggap sama, yang penting sesuai kriteria”, terang Aria, “dan yang pasti non-politik. Politik kita itu hanya satu, politik Cinta Tanah Air”.
Tidak hanya itu, faktor lain yang layak diperhatikan bahwa program ini merupakan bukti nyata gotong royong, adalah pendanaannya berasal dari kemandirian OPSHID. “Tentunya dari Berkat Rochmat Alloh yang pertama. Yang kedua dari kemauan dan kesadaran jiwa-jiwa OPSHID. Yang ketiga ada support dari perusahaan tercinta kita, Sehat Tentrem. Tentunya dulu sebelum ada ST ya urunannya lebih ekstrim tahun-tahun itu”, jelas Aria tentang sumber pendanaan Rumah Syukur.
Apa yang hendak dicapai OPSHID dengan dibangunnya rumah-rumah ini? Menurut Aria, rumah adalah ‘monumen’. “Rumah Syukur itu sendiri kan bentuk daripada monumen. Jadi OPSHID membangun monumen Sumpah Pemuda, tapi tidak terasa itu sebagai monumen” terangnya.
Secara praktikal, monumen itu bisa bermanfaat untuk dihuni penduduk Bangsa Indonesia yang berhak mendapatkannya. Secara filosofis, mengandung berbagai perlambang nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda dan cinta Tanah Air. Secara psikologis, rumah bisa menjadi solusi inti untuk mengangkat seseorang dari jurang kemiskinan.
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya
- Riyandoko: Bertahan dalam Keterbatasan Fisik, Berbagi Ruang dengan Keluarga Sang Kakak