ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Rumah Layak Huni Adalah Kebutuhan Dasar Manusia (Bagian I)
09 Oktober 2023 09:00
RUMAH LAYAK HUNI ADALAH KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Sandang, pangan, papan adalah kebutuhan dasar manusia. Sandang merupakan kebutuhan pokok berupa pakaian, pangan merupakan kebutuhan pokok makanan dan minuman dan papan merupakan kebutuhan pokok berupa tempat tinggal.
Kita sepakat bahwa kebutuhan pokok sandang dan pangan relatif mudah diperoleh, tak kurang bantuan dari pemerintah seringkali untuk mencukupi kebutuhan pokok berupa sandang dan pangan saja. Lalu, bagaimana dengan kebutuhan dasar manusia berupa Papan, tempat tinggal?
Permasalahan tebesar di Indonesia saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar manusia berupa rumah yang layak dihuni, milik sendiri, dan sehat. Permasalahan ini tidak hanya terjadi di kota-kota kecil saja, melainkan menyeluruh hampir seluruh Indonesia Raya. Negara yang secara geografis katanya besar dan kaya ini rupanya masih banyak terdapat rakyat yang tergolong miskin, miskin tempat tinggal yang layak huni.
Memiliki rumah yang layak huni adalah kebutuhan paling mendasar penduduk Negara ini. Jika kebutuhan dasar sudah terpenuhi, maka yang dipikirkan berikutnya adalah memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Jika kebutuhan pokok sehari-hari tercukupi, secara tidak langsung perekonomian akan mencapai kestabilan bahkan sampai tahap peningkatan.
Dengan demikian, besar harapan kepada pemerintah agar lebih mengedepankan hajat hidup rakyat Indonesia, agar benar-benar bisa merasakan, memiliki dan mensyukuri tanah air Indonesia, sebagaimana yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945 / Pasal 33 / Ayat 3, "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat". (OPSHID Media)
------------
Artikel ini adalah bagian satu dari lima seri eksklusif Syukur Pemuda. Nantikan bagian dua segera.
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya
- Riyandoko: Bertahan dalam Keterbatasan Fisik, Berbagi Ruang dengan Keluarga Sang Kakak
- Mengejar Bola, Menemukan Diri: Membaca Tashawuf dari Lapangan Hijau
- Ditinggal Suami, Suwarsi Banting Tulang Hidupi Ketiga Anaknya
- Sehat Tentrem Mahal Tapi Laku!
- Berkali-kali Didata, Tak Kunjung Nyata, Ahmad Kini Miliki Rumah Gratis dari Shiddiqiyyah
- Yatim Piatu di Bogor Menanti Masa Depan di Rumah yang Hampir Roboh
- Chrinsesia: Ditinggal Wafat Sang Suami, Rumah Syukur Pertama Menjejak di Tanah Papua
- Surat Terbuka Yang Tidak Dibuka: Catatan Tentang Paket Rahasia Sehat Tentrem