ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
24 Agustus 2026 07:00
WARISAN AKHLAQUL KARIMAH: ADAB MURID KEPADA GURU
Dari kisah remaja Syekh Mukhtar dan KH Abdul Hamid Chasbullah, ada pelajaran yang sangat penting bagi generasi santri saat ini. Kecerdasan bukan satu-satunya jalan menuju keberkahan ilmu: ada ta’dhim, khidmah, tawadhu’, kesungguhan dalam mengamalkan ilmu dan ridlo guru
Kisah santri dan guru ini, kemudian menjadikan penghormatan kepada guru sebagai bagian penting dalam proses mencari ilmu. Kisah yang mengajarkan bahwa seorang murid hendaknya tidak merasa lebih tinggi daripada gurunya hanya karena telah memperoleh ilmu yang lebih banyak.
Sebab ilmu tanpa adab dapat berubah menjadi kesombongan. Sedangkan ilmu yang disertai kerendahan hati akan lebih mudah menjadi amal.
Maka perjalanan itu dapat dibaca sebagai satu mata rantai:
Ilmu → khidmah → adab → ijazah → amal → perjuangan.
Inilah yang menjadikan kisah seorang santri tidak berhenti pada cerita masa lalu. Ia berubah menjadi warisan berlian-berlian kehidupan. Kisah Syekh Muchammad Mukhtar Al Mujtabaa Mu’thi bersama KH Abdul Hamid Chasbullah mengajarkan bahwa hubungan guru dan murid bukanlah hubungan yang selesai ketika seorang santri meninggalkan pesantren.
Mungkin inilah makna terdalam dari tabarrukan: bukan sekadar berharap keberkahan dari seorang guru, tetapi menjadikan hubungan dengan guru sebagai jalan untuk membawa manfaat pada masyarakat luas. (OPSHID Media)
---------------
Bersumber dari:
- Sejarah Thoriqoh Shiddiqiyyah – Fase Pertama : Kelahiran Kembali Nama Thoriqoh Shiddiqiyyah, 2015 oleh Organisasi Shiddiqiyyah.
- Tambakberas: Menelisik Sejarah Memetik Uswah, 2017 oleh Pustaka Bahrul Ulum.
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya
- Riyandoko: Bertahan dalam Keterbatasan Fisik, Berbagi Ruang dengan Keluarga Sang Kakak
- Mengejar Bola, Menemukan Diri: Membaca Tashawuf dari Lapangan Hijau