ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiSya’ban: Bulan Berkah Yang Kerap Terlewati
05 Februari 2026 17:00 · 5 menit baca
NILAI KEBERKAHAN DI BULAN SYA’BAN
Di sisi lain, pandangan tentang bulan Sya’ban secara singkat pernah disampaikan oleh Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia dalam pengajian Nishfu Sya’ban tahun 1443 H. Menurut beliau, Bulan Sy’ban memiliki kedudukan khusus tidak hanya dari sisi waktu, tetapi juga dari sisi makna simbolik.
Secara kronologis, bulan Sya’ban berada di posisi tengah, yaitu di antara bulan Rojab dan bulan Romadlon. Posisi “tengah” ini dipahami oleh sebagian ulama dan ahli hikmah sebagai isyarat adanya makna batiniah yang mendalam, terutama jika ditinjau dari susunan huruf, panca huruf: Syin (ش) – ‘Ain (ع) – Ba’ (ب) – Alif (ا) – Nun (ن) pada kata Sya’ban (شعبان) itu sendiri.
1. Huruf Syin (ش): Syafa’at Nabi
Huruf pertama, Syin (ش), diambil dari sifat Rosululloh SAW, diisyaratkan sebagai lambang syafa’at Nabi Muhammad SAW.
Syafa’at dipahami sebagai bentuk pertolongan dan kasih sayang Alloh melalui Syafa’at Nabi Muhammad kepada umatnya. Dengan demikian, huruf Syin pada Sya’ban menjadi simbol sifat kenabian yang penuh rochman-rochim terhadap umat, sekaligus pengingat bahwa Sya’ban adalah bulan untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Rosululloh SAW.
2. Huruf ‘Ain (ع): Sumber yang Mengalir
Huruf kedua, ‘Ain (ع), dimaknai sebagai ‘Ainun Jariyyah, yaitu amal yang mengalir. Kata ‘Ain secara bahasa berarti mata air atau sumber, sedangkan Jariyyah berarti mengalir tanpa terputus.
Makna ini menggambarkan bahwa syafa’at Nabi Muhammad bersifat terus-menerus dan mengalir, sebagaimana mata air yang memberi kehidupan. Perumpamaan ini didekatkan dengan konsep shodaqoh jariyyah, yakni amal yang pahalanya terus mengalir. Namun, penjelasan ini dibatasi pada makna simbolik, tanpa masuk pada hakikat syafa’at secara mendalam, demi menjaga kehati-hatian dalam wilayah tasawuf.
3. Huruf Ba’ (ب): Isyarat Kebaikan Ilahi
Berikutnya huruf Ba’ menempati posisi tengah yang memiliki makna paling halus dan paling rahasia. Secara dohir, huruf Ba’ (ب) maknanya Barrun, Al-birr (kebaikan) atau Birulloh (kebaikan dari Alloh). Huruf ini dipahami sebagai simbol pusat, tempat bertemunya rochmat kenabian dan limpahan anugerah Ilahi.
4. Makna Huruf Alif (ا) dan Nun (ن): Ulfah dan Nur
Setelah Ba’, terdapat huruf Alif (ا) yang dimaknai sebagai ulfah, yaitu keakraban, kedekatan, dan kecintaan. Alif melambangkan tauhid dan kedekatan hamba dengan Alloh Ta’ala.
Huruf terakhir, Nun (ن), diisyaratkan sebagai Nurulloh atau Cahaya Alloh, sedang Nabi Muhammad disebut sebagai Nur Muhammad, cahaya petunjuk bagi seluruh alam. Dengan demikian, rangkaian akhir huruf Sya’ban menggambarkan perjalanan spiritual menuju cahaya Ilahi melalui perantara Nabi Muhammad SAW sebagai wasilah atau penghubung antara hamba dengan Tuhannya.
Maka semestinya, bulan Sya’ban bisa dipahami sebagai momentum persiapan spiritual yang strategis menuju Syahru Romadlon, bukan sekadar bulan pengantar. Dengan menghidupkan nilai-nilai ibadah dan refleksi di bulan Sya’ban, umat Islam diharapkan mampu menjalani ibadah di bulan Romadlon dengan keinsyafan spiritual yang lebih baik. (OPSHID Media)
=====
Sumber:
- Mau'idhotul Chasanah Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Pengajian Nishfu Sya'ban tahun 1443 H - 1444 H
- VOA, Penjelasan Hadits Usamah bin Zaud R.A, Sya'ban Bulan Yang Sering Dilalaikan
- Islamweb, Bulan Yang Sering Dilalaikan
- Darul Maarif, Keutaman bulan Sya'ban dalam perspektif hadits, Keutamaan Bulan Syaban Dalam Hadits Nabi SAW dan Keterangan Para Ulama
- Dukung Rumah Gratis OPSHID, 2 Batalyon Brimob Pekalongan Turun Membantu
- Syukuri Sumpah Pemuda, Para Pemuda Ini Bangun 59 Unit Rumah Gratis
- Pesan Cinta Rumi Untuk Dunia, Syekh Mukhtar Mu'thi: Tanda Kebangkitan Tashawwuf
- Tambah Satu Unit, Yatim Piatu di Ngawi Terima Rumah Gratis dari OPSHID
- Pembangunan Rumah Gratis Yang Hadir Membawa Nilai Keimanan dan Kemanusiaan
- Tinggalkan Rumah Kayu, Buruh Tani di Jombang Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Kuli Batu di Pasuruan Tak Menyangka Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Realisasikan Ajaran Al Qur-an, Santri MQ Wujudkan Syukur Menjadi Aksi Bangun Rumah
- OPSHID Sidoarjo Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga Boro
- Sambut Sumpah Pemuda ke-98, OPSHID Gotong Royong Bangun Rumah Syukur!