ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Jurnal Metafakta Bab 1: Bukan Klenik, Metafakta Adalah Teknologi
13 Desember 2022 19:00
Konflik yang melanda Pesantren Shiddiqiyyah dan Mas Bechi belakangan ini turut menyeret Metafakta dalam pusaran fitnah kencang nan liar. Metafakta dianggap sebagai ilmu palsu yang dikesankan menjadi mistis, klenik, maupun hal-hal berbau kedukunan lainnya.
Karenanya, banyak yang bertanya-tanya apa itu Metafakta? Mayoritas mengira bahwa Metafakta mengambil basis ilmu yang tidak diketahui sumbernya, pengetahuan yang diada-adakan, tidak memiliki rujukan karena belum ada teori sains yang membahasnya. Ilmu yang mendasari Metafakta memang belum banyak yang membahas, tetapi bukan berarti ilmu itu tidak ada.
Tapi satu hal yang pasti, Metafakta bukanlah klenik. Dan cerita-cerita yang mengaitkan Metafakta sebagai ilmu klenik yang erat hubungannya dengan hal-hal berbau kedukunan, sudah pasti dapat dikatakan cerita-cerita tersebut tidak benar.
Metafakta dalam pengertian secara general adalah penghantar daya yang bersumber dari Berkat, Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa. Prinsip yang menjadi landasan Metafakta adalah bahwa jika ada manfaat atau perubahan positif yang terjadi setelah melalui penggunaan teknologi Metafakta, semua itu semata-mata atas Berkat Rochmat-Nya.
Karena itulah dinamakan Metafakta. Dari segi bahasa:
Meta : bahasa Yunani yang artinya “beyond”, atau “melampaui”
Fakta : hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.
Melampaui fakta. Pada kenyataannya, penggunaan Metafakta ini banyak menghasilkan fakta-fakta yang riil terjadi, seperti kemajuan kondisi fisik/psikis pasien yang menerima pengobatan Metafakta, ataupun perubahan kondisi geologis. Tetapi yang dimaksud Metafakta adalah lebih dari sekedar itu.
Metafakta lebih tepat disebut teknologi alih-alih klenik. Untuk memahami perihal ini lebih jauh, mari kita mengacu pada definisi dari teknologi: sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Manusia, layaknya makhluk lain, berkebutuhan banyak hal untuk bisa mempertahankan kelangsungan hidup. Dan teknologi hadir untuk memenuhi segala macam kebutuhan manusia. Bila kebutuhan manusia sudah berbicara, yang menjadi prioritas adalah bagaimana kebutuhan itu terpenuhi dengan cara yang baik, benar, dan beradab.
Contohnya, manusia pasti butuh makan. Karena manusia adalah makhluk beradab, tidak mungkin manusia memakan hewan hidup. Pasti harus disembelih terlebih dahulu dan dimasak. Untuk itulah manusia menciptakan teknologi berupa kompor dan alat-alat masak, untuk memudahkannya dalam berkehidupan.
Metafakta adalah teknologi karena bisa menjadi sarana manusia untuk memudahkan manusia dalam berkehidupan. Dan ibarat orang lapar, Metafakta lebih dahulu “mengenyangkan” orang itu dan bukannya berkelit di awal pada dasar-dasar kenapa orang tersebut bisa lapar, dan bagaimana sepiring nasi bisa mengenyangkannya. Fakta dulu, sisanya terserah anda.
Analogi lainnya adalah apabila kami menanyakan pada anda, berapa hasil 2+2? Sudah pasti anda akan menjawab 4. Tapi bagaimana bila, kami menyodorkan angka 4 dan anda harus mengurainya? Terdapat macam-macam caranya. Ada 2+2, 1+3, 3+1, 1x4, dan seterusnya. Mau pakai yang mana? Terserah anda. Yang penting hasilnya sudah nyata, 4.
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya
- Riyandoko: Bertahan dalam Keterbatasan Fisik, Berbagi Ruang dengan Keluarga Sang Kakak