ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Jurnal Metafakta Bab 1: Bukan Klenik, Metafakta Adalah Teknologi
13 Desember 2022 19:00

TEKNOLOGI YANG MENGAKAR DALAM KEHIDUPAN BERTHORIQOH
Praktik yang hampir serupa dengan Metafakta sebenarnya sudah ada sejak dahulu dan sudah cukup akrab dan mengakar dalam budaya kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya kehidupan di Pesantren. Berikut adalah contohnya yang paling sederhana: ingatkah anda, kita sering meminta air suwukan atau air jampi-jampi pada ustadz atau kiai setempat ketika kita sedang sakit? Meskipun hanya air biasa, kita mempercayai bahwa air tersebut mengandung “do’a” yang bisa menyembuhkan penyakit kita. Namun sesungguhnya, air suwukan bukanlah praktik ngawur yang tidak berdasar.
Menurut ilmuwan Jepang Masaru Emoto yang telah menerbitkan buku berjudul The Secret of Water, menyebutkan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia di sekelilingnya. Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi “indah” dan “mengagumkan” apabila mendapat reaksi positif disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi "buruk" dan "tidak sedap dipandang mata" apabila mendapat efek negatif disekitarnya, seperti kesedihan dan bencana.
Sekarang bayangkan apabila air itu dihembuskan dengan do’a dari seorang suci ruhnya, bersih hatinya, seperti seorang petinggi agama? Bayangkan manfaat yang bisa “ditampung” oleh air itu.
Sekarang pertanyaannya adalah: apakah anda percaya kekuatan do’a? Apakah anda percaya dengan kekuatan Berkat Rochmat Alloh Ta’ala? Karena sesungguhnya itu yang anda butuhkan untuk mengerti Metafakta.
Tetapi mempercayai do’a bukan berarti menyimplifikasikannya menjadi “tidak perlu coba dimengerti, yang penting itu keajaiban do’a”. Memang, daya Berkat Rochmat Alloh adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa ditampung seluruhnya oleh akal manusia, tetapi beberapa hal yang merupakan Berkat Rochmat Alloh bisa dijelaskan melalui hukum Sunatulloh.
Alloh SWT berfirman dalam QS. Qaf Ayat 9:
وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَآءِ مَآءً مُّبٰـرَكًا فَاَ نْۢبَـتْـنَا بِهٖ جَنّٰتٍ وَّحَبَّ الْحَصِيْدِ
"Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen,"
Dari ayat di atas dapat kita pahami bahwa hujan (air yang turun dari langit) itu membawa Berkah dari-Nya. Dan peristiwa turunnya hujan bukanlah suatu misteri bagi kemajuan sains manusia, hujan bisa sepenuhnya dijelaskan melalui ilmu pengetahuan alam. Hujan berasal dari mendung, mendung adalah awan yang menampung air, awan bisa menampung air karena air di lautan menguap, air di lautan menguap karena hawa panas, hawa panas berasal dari matahari, dan seterusnya hingga sampai kepada sentralnya, yaitu Alloh Dzat Wajibal Wujud. Demikianlah semua ini berjalan sesuai polanya masing-masing, sebagaimana ditetapkan dalam hukum Sunnatulloh.
Lalu bayangkan, bagaimana bila kita bisa menyediakan penghantar yang baik sebagai kendaraan dari daya Berkat Rochmat Alloh ini supaya bisa sampai secara optimal dan maksimal melalui kadar-kadar hukum Sunnatulloh? Itulah yang dinamakan teknologi Metafakta. Media penghantar daya Berkat Rochmat Alloh. Karena sesungguhnya yang bisa memberikan kesembuhan hanyalah Alloh yang Maha Kuasa, bukan Metafakta itu sendiri yang menyembuhkan.
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan