ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Jurnal Metafakta Bab 1: Bukan Klenik, Metafakta Adalah Teknologi
13 Desember 2022 19:00

Berangkat dari pemikiran tersebut, anda mungkin bertanya-tanya, “lalu apa bedanya Metafakta dengan, katakanlah, obat-obatan medis? Toh, obat-obatan medis juga melalui hukum sains”.
Metafakta beda dengan obat-obatan medis karena tidak meninggalkan residu, tidak perlu bersentuhan secara fisik dengan objek, dan yang pasti minim efek samping. Pada dasarnya pengetahuan Metafakta adalah teknologi frekuensi atau gelombang. Dalam ilmu fisika quantum, setiap benda yang ada di dunia ini semua memancarkan frekuensi yang berbeda-beda. Dan frekuensi itu bisa berubah-ubah, semisal dalam kondisi yang tidak “normal” (sakit/kurang sehat), seorang manusia akan memancarkan frekuensi yang berbeda dari biasanya. Metafakta akan menangkap frekuensi yang abnormal itu, meresonansikannya dengan frekuensi normal yang akan mengembalikannya pada pancaran yang normal. Ilmu ini juga bisa disebut semacam prosesor tata letak, dalam pengembangannya sama seperti teknologi gelombang yang sistemnya menggunakan coding.
Namun tetap saja, meski kita berangkat dari pemikiran tersebut, ada bagian-bagian dari Metafakta yang tidak akan bisa dijelaskan secara utuh dan gamblang. Bukan karena kami tidak bersedia, tetapi karena tidak mampu. Ada hal-hal yang bisa dijelaskan oleh Sunnatulloh, dan ada beberapa hal lain yang tidak akan bisa difahami oleh akal manusia. Selain karena akal manusia tidak akan mampu untuk memahaminya, tapi juga haram bagi manusia untuk menafsirinya.
Metafakta merupakan hasil penemuan Bpk. M. Subchi Azal Tsani yang sampai saat ini masih dikembangkan dan terus diteliti. Penerapan utamanya adalah, teknologi yang dapat bersinergi dalam bentuk apapun dengan alam semesta dan tidak merusaknya. Sebuah kontinuitas dari konsep “kekuatan do’a” yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia khususnya umat yang beragama, yang lebih tepatnya sebagai media optimal penghantar daya Berkat Rochmat Alloh.
Setelah membaca penjabaran di atas, bagaimana penafsiran anda terhadap Metafakta? Semoga anda tidak mendefinisikan Metafakta hanya sekedar air jampi-jampi, ya. Meski serupa, tapi Metafakta jauh lebih besar daripada itu. Bpk. M. Subchi Azal Tsani, atau akrab disapa Mas Bechi, terus mengembangkan Metafakta untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan hentakan daya Berkat Rochmat Alloh yang akan disalurkan, baik pada manusia atau pada alam. Semuanya dikemas dalam produk-produk yang selain memberikan manfaat juga dapat memberikan rasa yang nikmat. Seperti: musik, rokok, pakaian, parfum, tongkat, dan lain lain sebagainya. Sesuai jargon yang diusungnya, Cara Nikmat Menuju Sehat.
Produk-produk itu akan membantu kita semua dalam mencapai kemudahan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan sehari-sehari. Bahkan, bisa membantu memudahkan manusia dalam beribadah, dan membantu mengenal diri sendiri lebih dalam, yang akan membawa manusia itu lebih mengenal Tuhannya. Dan tentunya, manfaat yang dihasilkan itu, tak lain dan tak bukan adalah untuk Indonesia Raya.
Jurnal Metafakta masih akan berlanjut
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan