Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Peran Sjarikat Islam dalam Perlawanan Terhadap Kolonialisme 

10 Februari 2025 17:00

Peran Sjarikat Islam dalam Perlawanan Terhadap Kolonialisme 

SJARIKAT ISLAM DAN KETAKUTAN PEMERINTAH 'HINDIA TIMUR'

Sneevliet mengemukakan paham komunisme sebagai pembela kaum buruh dan tani, serta sebagai jalan untuk membebaskan masyarakat dari penderitaan yang timbul akibat sistem pembagian kelas sosial yang ada pada waktu itu. Benarkah demikian?

Tercatat kedatangan Sneevliet di Surabaya pada November 1913, mulanya ia bekerja sebagai redaktur pada koran Soerabaijasch Handelsblad. Di sini Sneevliet mulai melakukan propaganda menyebarkan faham komunisme di Indonesia.

Namun, secara jelas Sneevliet menargetkan Sjarikat Islam. Hal ini dapat diketahui dari tahun kedatangan Sneevliet di Surabaya dan masa awal kepemimpinan Tjokroaminoto yang berselang 9 bulan saja yaitu pada 13 mei 1912. 

Sjarikat Islam adalah organisasi politik berdasarkan nasional-Islam, yang berwatak anti kolonialisme dan kapitalisme. Watak dan aktivitas Sjarikat Islam ini diamati oleh Sneevliet, dan kawan-kawannya. Mereka bermaksud mengeksploitasi sentimen anti kolonialisme dan kapitalisme dari para anggota Sjarekat Islam.  

Sneevliet mempengaruhi Semaoen, dan Darsono Notosudirjo anggota Sjarikat Islam di Semarang. Kemudian merekalah yang menyampaikan propaganda tentang komunisme dalam tubuh SI, dengan menumpang pada pertemuan-pertemuan dan Surat Kabar Sjarekat Islam. 

Ketika Semaoen dan Darsono telah menjadi pimpinan PKI (Perserikatan Komunis di India), aktifitas SI Semarang dan komunis berjalan berdampingan. Dalam sekolah yang didirikan SI di Semarang, mereka juga mengajarkan lagu-lagu komunis. 

Propaganda komunis dalam SI semakin besar pengaruhnya, Semaoen dan Darsono mulai memiliki banyak pengikut. Hingga Sjarikat Islam merasa perlu melakukan tindakan. 

Pada Kongres Centeraal Sjarikat Islam di Madiun, Rojab 1341 H/Februari 1923 M ditegakkan disiplin partai untuk membersihkan SI dari komunis. Disini para anggota SI terpecah menjadi dua, Sjarekat Islam Merah dipimpin oleh Semaoen dan Sjarekat Islam Putih tetap dipimpin Tjokroaminoto. 

Masuknya paham komunis dalam diri Semaoen ini dilandasi dari latar belakangnya yang merupakan putra dari Prawiroatmodjo, seorang tukang batu di jawatan kereta api. Sehingga, dalam dirinya timbul keinginan kuat untuk membebaskan kaum buruh dari sistem yang dibuat Belanda. Tipu daya para orientalis ini telah mempengaruhi pemuda-pemuda pergerakan seperti halnya Semaoen.

Memecah belah organisasi dari dalam organisasi itu sendiri, dalam dunia komunis disebut taktik aksi di dalam atau block within. Aksi di dalam dilaksanakan dengan cara menginfiltrasi kader atau anggota komunis untuk menjadi salah satu anggota organisasi yang menjadi sasarannya. Selanjutnya mereka beraksi mempengaruhi atau memecah belah organisasi itu. Cara inilah yang dipakai komunis terhadap Sjarekat Islam. Mengapa para orientalis ini menyasar Sjarikat Islam yang ada di bawah komando Tjokroaminoto?

Penulis: Ainun Nasikhah

Editor: Sa’adatush S.