ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiKyai Achmad Sanusi Tamriz Abdul Ghofar, Pasukan Borjumu’ah dan Laskar Berjaket Biru
16 September 2024 12:00 · 6 menit baca
Meski sebagian masyarakat mengetahui adanya pasukan Berjum’ah, tidak semua memahami apa yang dilakukan oleh pasukan tersebut, karena hal yang dilakukan jauh dari pertemuan-pertemuan yang biasa dilakukan oleh organisasi perjuangan melawan penjajahan. Mereka memiliki kode sandi yang dipahami oleh masing-masing pasukan, jadi meskipun pertemuan dilakukan selain dari 21 orang tersebut, tidak memahami apa yang direncanakan.
Pergerakan yang dilakukan Ulama’ ini memilih jalan yang tak terekspos, hingga siapa-siapa saja diantaranya tidak terdengar namanya namun jejaknya masih tetap ada. Ciri dari pelatihan para ksatria atau pasukan ini adalah dengan adanya rasa cinta terhadap tanah airnya sangat kuat, yang juga memiliki dasar agama yang teguh dan siap melakukan apapun agar bangsanya terbebas dari penjajahan.
Pasca Perang Jawa, Belanda masih ketakutan dan mengalami Islamophobia. Meski dalam ancaman penjajah, Ulama’ dan laskarnya tak pernah gentar dalam melawan segala bentuk kolonialisme. Banyak dari pasukan ini tetap melanjutkan pergerakannya dengan membuat laskar-laskar lagi yang tersebar di seluruh kepulauan yang ada di Nusantara. Dan para pasukan ini tidak pernah benar-benar mati dan hilang, hingga 115 tahun tercapainya Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Kyai Achmad Sanusi yang merupakan saudara sepupu Kyai Ahmad Zamrozi sama-sama meninggalkan kota Pati menuju Jawa Timur. Awalnya Kyai Ahmad Sanusi menuju kota Tulung Agung membangun Pesantren dan mengembangkan Thoriqoh Syatoriyyah. (OPSHID Media).
------
Bersumber :
- Ajaran Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Syekh Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.
- Islam and the Netherland (1957) oleh G. P. Pijper.
- Kuasa Ramalan jilid II (2016) oleh Peter Carey.
- Jejaring Ulama’ Diponegoro (2019) oleh Zainul Milal Bizawie.
- Nasionalisme & Revolusi Indonesia oleh George McTurnan Kahin.
- Artikel : 21 Ksatria Perang Jawa oleh Ki Salendra Yoga.
- Kretek Mematikan, Mematikan Bagi Siapa?
- Dukung Rumah Gratis OPSHID, 2 Batalyon Brimob Pekalongan Turun Membantu
- Syukuri Sumpah Pemuda, Para Pemuda Ini Bangun 59 Unit Rumah Gratis
- Pesan Cinta Rumi Untuk Dunia, Syekh Mukhtar Mu'thi: Tanda Kebangkitan Tashawwuf
- Tambah Satu Unit, Yatim Piatu di Ngawi Terima Rumah Gratis dari OPSHID
- Pembangunan Rumah Gratis Yang Hadir Membawa Nilai Keimanan dan Kemanusiaan
- Tinggalkan Rumah Kayu, Buruh Tani di Jombang Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Kuli Batu di Pasuruan Tak Menyangka Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Realisasikan Ajaran Al Qur-an, Santri MQ Wujudkan Syukur Menjadi Aksi Bangun Rumah
- OPSHID Sidoarjo Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga Boro