ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Hari Santri dan Usaha Mempertahankan Kemerdekaan Bangsa
22 Oktober 2023 09:00

BENTUK MENSYUKURI LAHIRNYA HARI SANTRI

Mengambil dari dasar pitutur luhur yang disampaikan Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kyai Moch. Mukhtar bin Al Hajj Abdul Mu’thi pada 15 Oktober 2023 M / 29 Robi’ul Awwal 1445 H. :
"Warga Thoriqod Shiddiqiyyah dengan gotong-royong harta benda, tenaga untuk membangun Pesantren Chayya Alaa Sholaah dan Masjid Chayya Alaal Falaach ini untuk mensyukuri khususnya Hari Santri, lahirnya Hari Santri Indonesia. Supaya maklum sungguh-sungguh para santri-santri ini, supaya maklum. Ini nikmat khusus yang besar.
Saya Chaqqul Yaqin, Chaqqul Yaqin kalau bangsa Indonesia betul-betul syukur dengan ikhlas, Indonesia ini akan ditambah nikmat oleh Alloh Ta’ala, akan menjadi Imam Perdamaian Dunia. Ini keyakinan saya, sudah saya istikharoh."
Hal itu tak lepas dari landasan pengertian Santri menurut Thoriqoh Shiddiqiyyah. Dimana seorang Santri wajib hukumnya untuk melaksanakan hubungan kepada (1) Alloh Ta’ala. (2) Sesama manusia (3) Alam semesta. Dengan adanya kesadaran yang timbul dari rasa cinta, khusunya Cinta Tanah Air kitapun dengan sadar akan ikut serta dalam tujuan negara Indonesia melalui cara kita masing-masing.
3 poin tersebut diaplikasikan oleh OPSHID dalam segala program-programnya menjadi 3: Pelayan Keimanan, Pelayan Kemanusiaan, dan Pelayan Kealaman. Yang mana hal tersebut juga merupakan 3 titik syukur pada huruf ش dalam kalimat شكر (syukur).
Sangat pentingnya Hari Santri ini bagi Shiddiqiyyah, hingga Sang Mursyid membangun sebuah monumen untuk mensyukuri Hari Santri, yang dinamakan monumen Hari Santri. Diresmikan pada bulan Oktober 2019, monumen Hari Santri kini berdiri di sebelah barat area Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah.
Bersumber dari :
Rangkuman Pitutur Luhur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi dan tutur cerita Moch. Subchi Azal Tsani. Masterpiece Islam Nusantara oleh Zainul MIlal Bizawie. Panglima Besar TNI Jendral Soedirman Pemimpin Pendobrak Terakhir Penjajahan di Indonesia, Kisah Seorang Pengawal oleh Tjokropranolo. Majalah Pandji Masjarakat (1960). Majalah Gema Islam (1963). Serta beberapa cerita dari veteran yang terlibat dalam Perang 10 November 1945.
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin