ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Berangkatkan Ratusan Relawan Se-Indonesia Raya, OPSHID Komitmen Bangun RPS di Sukabumi
25 Juni 2025 10:52


Ketua OPSHID Zona 2, Muchsin, menjelaskan bahwa relawan dari zonanya diberangkatkan pada 18 Juni 2025. Sebanyak 17 relawan berangkat di minggu pertama, dilanjutkan oleh tujuh relawan tetap. Relawan berasal dari berbagai kabupaten/kota seperti Demak, Pekalongan, Pemalang, Banyumas, Pati, Gunung Kidul, Semarang, Sleman, dan Yogyakarta.
Sistem kerja bersifat terbuka, tanpa rolling resmi. Relawan masak juga berasal dari kelompok yang sama. Keberangkatan ini hasil dari musyawarah dalam silaturahmi Zona 2 di Klaten.
Zona 2 turut membawa berbagai material dari daerah, antara lain hebel 7 kubik, 100 batang besi, 14 cakar ayam, 47 sak semen, bahan kusen, grc list, papan begisting, boven, serta berbagai alat tukang seperti angkong, cetok, dan mesin pertukangan. Dana pembangunan dikumpulkan dari kontribusi seluruh DPD di zona ini.
Ketua OPSHID Zona 3, Wiwi Diantoro, menyebut bahwa delapan relawan dari zonanya sudah berada di lokasi sejak sebelum peletakan batu pertama. Mereka adalah tukang ahli yang menetap sampai pembangunan selesai, tanpa sistem rolling. Menurutnya, sistem tetap lebih efisien dibanding bolak-balik.
Relawan berasal dari Banten, Jakarta, Bandung, serta warga Pelabuhan Ratu. Mereka tinggal di rumah kontrakan. Untuk konsumsi, OPSHID bekerja sama dengan warga sekitar.
Dana kegiatan diperkirakan sebesar Rp150 juta dan dihimpun melalui kontribusi DPD-DPD Zona 3. “Kami harap semangat relawan tetap terjaga seperti saat membangun Rumah Syukur di momen Sumpah Pemuda,” ujar Wiwit.

Dari Zona 4, Hartono melaporkan bahwa relawan mulai bekerja sejak Minggu, 18 Juni 2025. Sebanyak 19 orang diberangkatkan, termasuk satu relawan perempuan yang membantu bagian konsumsi.
Relawan berasal dari Lampung, Palembang, dan Batam. Mereka membawa bahan makanan, termasuk ayam hidup, serta kusen dan daun pintu yang telah dirakit dari Lampung. Seluruh relawan berangkat secara sukarela menggunakan tiga mobil: satu kendaraan logistik dan dua mobil pribadi.
“Anti badai, anti galau. Kami tetap bekerja meski hujan,” ucap Hartono. Ia mengakui bahwa sempat ada keraguan dari warga dan penerima rumah terkait kelanjutan pembangunan, tetapi setelah material tiba dan relawan mulai bekerja, kepercayaan pun tumbuh.
Selain sebagai bentuk kontribusi fisik, pembangunan ini juga menjadi wujud nyata rasa syukur atas kemerdekaan bangsa dan bentuk pengamalan nilai cinta Tanah Air yang terus diajarkan dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah. (OPSHID Media)
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur