Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Pesantren HSHF, Monumental Cinta Shiddiqiyyah Kepada Indonesia

15 Oktober 2023 20:00

Pesantren HSHF, Monumental Cinta Shiddiqiyyah Kepada Indonesia

Tentang rencana pembangunan yang akan dilaksanakan, Edi Setiawan mengungkapkan, “Rencananya se-Indonesia akan dibangun 120 Pesantren Jati Diri Bangsa tersebut, yang sekarang dalam proses pembangunan sudah ada 3, yang pertama di Mungkid Magelang, yang kedua di kediri sama pesantren Jati Diri Bangsa tetapi dari Pak Kyai belum memberikan nama khusus seperti yang ada di sini, yang ketiga disini.”

Keseluruhan program ini diawali do’a dari Sang Muryid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Moch. Mukhtar Mu’thi, khususnya Pesantren HS dan Masjid HF pada tahun 2000 yang mana awalnya Sang Mursyid berdo’a di atas batu di Pelabuhan Ratu.

“Awal mulanya beliau Sang Mursyid berdo’a, disitu ada batu, beliau berdo’a supaya disini nanti ada pesantrennya, kemudian muncullah pesantren disini. Saat Mursyid lagi giat-giatnya tahun dua ribu”, jelas Bapak Abdul Malik selaku Kholifatush Shiddiqiyyah.

Harapan-harapan akan terbangunnya kesadaran berbangsa dan bernegara melalui rasa Cinta Tanah Air tak lepas pula dari acara ini. Di samping itu, Ibu Nyai Shofwatul Ummah juga menyampaikan harapannya terhadap peresmian pesantren HS dan Masjid HF sebagai bagian dari Indonesia.

“Jika kita kerjasama antara ulama’ dan umaro’ mesti menjadi kebaikan yang banyak untuk negara kita. Kita kerjasama bareng saling menguatkan antara kita semua, antara yang menjabat dan rakyatnya ini saling menguatkan, akan menjadi satu kekuatan yang barokah yang mendapat ridlo dari Alloh. Jadi harapannya kita saling menguatkan untuk saling cinta tanah air”, harap Ibu Nyai Shofwatul Ummah.

Inilah salah satu wujud Cinta Tanah Air Sang Mursyid Shiddiqiyyah dan murid-murid Shiddiqiyyah. Pembangunan selama 4 tahun, mulai dibangun sejak tahun 2019 oleh relawan pembangunan warga Shiddiqiyyah, dana dari warga Shiddiqiyyah, namun untuk Indonesia Raya. (OPSHID MEDIA)

Penulis: Baqiyat Aliansyah Siregar

Editor: Sa’adatush S.