ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Rumah Layak Huni, Yang Tidak Sekadar Layak Huni
· 2 menit baca
Rumah Syukur Layak Huni merupakan sebuah gagasan dari Bpk M. Subchi Azal Tsani selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID), yang mana program ini diperuntukan untuk rakyat Indonesia yang belum memiliki tempat tinggal yang layak.
Menurut pernyataan Bapak Mulyono selaku Kesektretariatan DPP OPSHID, persembahan Rumah syukur ini 100 persen gratis, dengan berbagai kebutuhan seperti material, tenaga kerja, konsumsi para pekerja, termasuk fasilitas listrik dan kebutuhan air/sumur bila belum, juga penerima rumah dibebaskan dari semua biaya. Akan tetapi, jika pihak keluarga penerima rumah dan masyarakat sekitar turut serta membantu, juga dipersilahkan.
Selain membangunkan rumah dari awal hingga akhir, Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah juga dilengkapi dengan fasilitas perabotan rumah tangga seperti satu set kursi & meja ruang tamu, kipas angin, dipan, Kasur, lemari, kompor gas, dan rak piring, tidak jarang juga diberi tv, dan laptop.
Perlu diketahui juga, terlepas dari pemberian nama Rumah Syukur Layak Huni, rumah-rumah yang dibangunkan oleh OPSHID se-Indonesia ini termasuk mewah, baik dari segi material bangunan maupun fasilitas perabotannya. Seperti yang disampaikan Bpk Mulyono, “Kalimat yang perlu digaris bawahi adalah ‘Rumah Syukur’ bukan ‘Rumah Layak Huni’. Karena jika istilah Layak Huni, kesan atau persepsi yang muncul pada masyarakat umum,terkesan tidak jelek juga tidak bagus. Padahal faktanya rumah-rumah yang dibangun oleh teman-teman OPSHID se-Indonesia ini termasuk ‘mewah’, bahkan ada yang mengomentari rumah tersebut layak jual”.
Bpk Muhammad Lukman Hakim selaku penanggung jawab lapangan pembangunan Rumah Syukur Layak Huni Shiddqiyyah, daerah Bawangan-Jombang juga menambahkan bahwa bahan dasar kontruksi yang digunakan sejak awal hingga tahap akhir itu merupakan bahan-bahan dengan kualitas terbaik. “semua bahan yang kita gunakan itu spek menengah keatas, baik dari segi cat sampai material lain itu semua atas arahan dari Bapak Ketua Umum. Kita lakukan semua ini sebaik mungkin”, tegas beliau.
Rumah Syukur akan dibangun sebanyak 65 unit ini tengah dalam proses pembangunan serentak seluruh Indonesia Raya, dengan biaya yang dikeluarkan kurang lebih mencapai 130 juta per unit. (OPSHID MEDIA).
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari