ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Haul Pejuang Shiddiqiyyah, 37 Pendamping Almarhum Terima Tali Asih
15 Januari 2026 13:00

Dalam tradisi masyarakat religius, penghormatan kepada ulama tetap terjaga meski beliau telah wafat. Keteladanan, perjuangan, dan jasa-jasanya terus hidup serta memberi manfaat bagi umat. Hal itu tampak pada Tasyakkuran Isro’ Mi’roj Nabi Muchammad SAW dan Hari Shiddiqiyyah yang disertai chaul Kholifah dan Wali Talqih Shiddiqiyyah pada Kamis (15/01/2026) di Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Losari Ploso Jombang.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan diisi doa bersama, khotmil Qur’an, serta penyampaian tali asih kepada para pendamping almarhum.
Chaul para pejuang Shiddiqiyyah tidak hanya menjadi momentum spiritual untuk mengenang jasa dan perjuangan ulama, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan. Pemberian tali asih kepada pendamping kholifah dan wali talqin yang telah wafat dimaknai sebagai bentuk penghormatan atas keteguhan mereka dalam mendampingi dakwah semasa hidup. Para pendamping dinilai memiliki peran besar dalam menopang perjuangan di tengah berbagai tantangan.
Perwakilan Forum Kholifah Shiddiqiyyah, Abdulloh Afif, dalam sambutannya menegaskan besarnya pengorbanan para pendahulu. “Beliau-beliau sampai mempertaruhkan jiwa untuk ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah. Seandainya tidak ada pendamping setia pada saat itu, tentunya bapak-bapak mengalami hal yang kurang dalam jiwanya,” tuturnya.
Para janda Kholifah dan Wali Talqin Shiddiqiyyah dipandang sebagai saksi hidup yang berperan besar dalam perjalanan dakwah, sehingga penghormatan kepada mereka menjadi amanah moral bagi murid Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Selain berdimensi keagamaan, kegiatan chaul juga mengandung nilai sosial dan kemanusiaan. Tali asih yang disampaikan diharapkan menjadi sarana shillaturrochi dan ungkapan kasih sayang kepada para pendamping almarhum, serta menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri, melainkan berada dalam naungan kepedulian bersama.
Pada kesempatan yang sama, Ibu Nyai Shofwatul Ummah menyampaikan apresiasi kepada para pendamping kholifah dan wali talqin. “Terima kasih kepada ibu-ibu semua yang telah mendampingi perjuangan para kholifah dan wali talqin,” ujarnya. Ia berharap para pendamping selalu diberi kesehatan lahir dan batin sebagai wujud kasih sayang keluarga besar Shiddiqiyyah.
Dalam kegiatan ini, tali asih disampaikan kepada 37 pendamping kholifah dan wali talqin yang telah almarhum. Bantuan diberikan berupa bingkisan serta uang tunai masing-masing sebesar lima juta rupiah. Dana tali asih berasal dari dana kolektif seluruh organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah dan sejumlah badan usaha, di antaranya PT Maan Ghodaqo Shiddiq Lestari, Klinik 'Asy-syifa, Koperasi Khozanah Shiddiqiyyah, dan Majalah Al Kautsar.
Rangkaian chaul ini menegaskan bahwa ajaran Shiddiqiyyah tidak berhenti pada tataran ilmu, tetapi menjelma menjadi laku sosial yang nyata. Melalui kegiatan ini, generasi penerus diingatkan bahwa mencintai ulama tidak cukup dengan mengenang nama, melainkan juga dengan menjaga keluarganya dan meneruskan nilai perjuangannya. (OPSHID Media)
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur