ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Pembangunan Rumah Gratis Kurang Dari 20 Hari?! Kekompakan dan Semangat OPSHID Mencetak Sejarah Baru!
06 Juli 2025 22:05

Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah atau OPSHID menunjukkan kekompakan dan semangatdalam pembangunan Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS). Target pembangunan yang awalnya “tuntas sebelum 17 Agustus”, dipersingkat menjadi target tuntas dibangun di bawah 20 hari.
Sejumlah 5 unit RPS dibangun OPSHID yang terbagi jadi 4 zona dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Setiap zona mengerahkan tenaga kerja serta biaya sebagai sukarelawan. Dan per 7 Juli 2025 saat tulisan ini diterbitkan, pembangunan sudah rampung kurang lebih 60 hingga 80 %. Bahkan, 1 unit RPS sudah rampung dibangun dan siap ditinggali, yaitu RPS Zona 1.
Menurut Mulyono selaku sekretariat DPP OPSHID, kecepatan ini termasuk pembangunan paling cepat dalam sejarah OPSHID. “Seingat saya ini pertama kalinya OPSHID bisa membangun rumah syukur mulai dari 0 dalam waktu kurang dari 20 hari. Tepatnya ini ada 1 rumah yang dikerjakan oleh zona 1 sudah final, tinggal nanti pasang prasasti, tempatnya sudah disiapkan tinggal prasastinya dikirim ke Sukabumi, jadi RPS ini sudah jadi kurang dari 2 pekan.”
Secara teknis, memang tidak ada ketentuan atau target yang mengharuskan rumah syukur dalam rangka Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI ini, mencapai final dalam waktu kurang dari 20 hari. Sebab petunjuk dari organisasi pempimpin program, yakni Dhilaal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA), bahwa jangka waktu yang ditetapkan mulai dibangun dari 22 Juni dan harus jadi sebelum 17 Agustus, atau 56 hari batas maksimal.
Namun berhubung dengan akan diadakannya Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah di Bengkulu sebagai agenda rutin Shiddiqiyyah di bulan Muharrom, jiwa-jiwa OPSHID yang ikut andil dalam program RPS memiliki inisiatif untuk mempercepat pembangunan. Yakni supaya dapat fokus mengikuti dan mensukseskan acara Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah dan meminimalisir pengeluaran biaya lebih lanjut.
Terlebih, di balik motivasi tersebut OPSHID mendapati bahwa metode pembangunan yang lebih cepat akan lebih hemat. Seperti yang disampaikan Mulyono, “saya justru berharap ini menjadi pelajaran besar bagi OPSHID ke depannya. Kalau kita bisa membangun dalam waktu singkat, karena kecepatan waktu dalam membangun di satu sisi juga akan bisa menghemat biaya pengeluaran. Semisal dana operasional kerja 30 hari itu biaya dikeluarkan terutama untuk konsumsi itu juga semakin besar.”
Ada kecepatan ada ekstra biaya penggunaan, khususnya pada material untuk plesteran, OPSHID menggunakan material khusus yang tentu mengeluarkan lebih banyak biaya, namun mempersingkat waktu pengerjaan. Tak lepas pula dari material bata ringan yang bisa dipasang lebih cepat daripada batako, sehingga metode ini dinilai lebih efisien secara keseluruhan.
Atas Berkat Rochmat Alloh yang Maha Kuasa, dalam waktu yang relatif singkat, OPSHID dapat membangun rumah gratis dan termasuk kategori mewah dengan kualitas sama daripada rumah syukur yang biasa dibangun dalam kisaran 2 bulan.
“Percepatan ini tetap kita menggunakan metode membangun yang benar, tidak asal-asalan, kualitas tetap diperhatikan. Jadi OPSHID membangun sesuatu sebagaimana Sang Mursyid pernah berpesan, sifat dari bangunan itu ada 3: monumental (kuat & tahan lama), indah, dan bermakna. Syukur-syukur bisa ratusan tahun bangunan itu dihuni dengan baik, syukur-syukur lebih dari itu,” terang Mulyono.
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon