ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Indro Hardjodikoro Ajak Musisi Bergerak Untuk Kemanusiaan, Sering Dapat Uluran Tangan Untuk Pembangunan Rumah Syukur
29 Juni 2025 07:00
Siapa tak kenal Indro Hardjodikoro, bassist kondang di Indonesia yang sudah memiliki ratusan karya. Masyarakat pada umumnya mengenal Indro sebagai musisi, namun kawan-kawan di Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) tak hanya mengenal Indro sebagai musisi, tapi juga sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) OPSHID Kota Bogor. Karena jabatan itu, Indro kerap terlibat dalam kegiatan sosial kemanusiaan OPSHID. Dengan kegiatan pengabdian Indro yang baru, ia sering menginspirasi para musisi untuk ikut bergerak juga.
Sebagaimana dikutip dari wawancara Indro dengan Radio KLCBS, menurutnya musik harus punya sisi kemanusiaan. “Saya pernah dengar kutipan seperti ini: bahwa musik itu spiritual, dan harus diperuntukkan untuk kemanusiaan. Kalau kamu bermusik untuk dirimu sendiri, atau untuk grupmu, niscaya kamu akan mati muda,” terang Indro.
Salah satu contohnya adalah kejadian pada Kamis (19/06/25), Indro mengisi sebuah workshop bertema “MEMBANGUN KREATIFITAS DAN MUSIKALITAS DIRI” yang diadakan di Ruang Putih Venue, Bandung.
Workshop ini dihadiri oleh kurang lebih 20 orang peserta. Pada kesempatan itu, Indro tidak hanya menyampaikan materi tentang musik, tapi juga menyentuh aspek kemanusiaan.
Diceritakan oleh istri Indro, Naya, “kemarin setelah selesai workshop di ruang putih ada salah satu orang tua peserta workshop yang ngasih amplop merah. Waktu ngasih dia bisik, ‘ini untuk Indonesia Raya’. Gitu katanya, aku langsung terharu,” ungkap Naya pada OPSHID Media.
“Aku tanya lagi, ‘jadi ini boleh ya saya pakai untuk Rumah Syukur?’, dia jawab, ‘iya maksudnya ya untuk itu’, jadi makin terharu!” Lanjutnya.
Rupanya, orang tersebut mengetahui kegiatan Indro di OPSHID melalui sosial media. Indro memang kerap mengunggah kegiatan-kegiatannya di OPSHID melalui instagram @indrobass. Keaktifan Indro di OPSHID inilah yang seringkali menggerakkan rekan musisi atau murid bassist-nya untuk turut berpartisipasi, meskipun dari balik layar.
“Selain orang tua murid ini juga ada, salah satu murid bass-ku di Australia, namanya Hezy. Dia selalu support buat kontribusi, katanya buat bantu Rumah Syukur,” tutur Indro.
Menanggapi hal ini, tentu Indro bersyukur. Artinya, syiar kemanusiaan yang ia selipkan di tengah kegiatan bermusiknya membuahkan hasil.
“Alchamdulillah kalau ada yang ikut tergerak. Itu berarti kan, frekuensi kemanusiaannya udah nyambung.” Seterusnya, Indro juga menyatakan akan terus mengunggah kegiatan-kegiatan OPSHID di sosial medianya dan menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan dari OPSHID di tengah aktifitasnya sebagai musisi.
Indro, Naya, dan kawan-kawan OPSHID Zona 3 dan zona lainnya kini tengah disibukkan dengan pembangunan Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS) di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Selain itu, juga dengan pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) di daerah masing-masing.
Pada program ini, ada 136 unit rumah gratis yang dibangun untuk warga Indonesia yang belum mendapat hunian yang layak, sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI. (OPSHID Media)
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang