ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Berlangsung Khidmat, Penyambutan Jama'ah Umroh Bersama Shiddiqiyyah
13 Januari 2024 20:00

Adapun jumlah peserta jama’ah umroh tahun ini sebanyak 106 warga Shiddiqiyyah dari berbagai daerah di Indonesia, yang mulai berangkat pada hari Kamis (04/01/2024) lalu. Lebih dari itu, terdapat hal yang membedakan antara jama’ah umroh tahun ini dengan jama’ah umroh sebelumnya, yaitu perhatian Sang Mursyid kepada jama’ah umroh kali ini. Sebab, ada anak berusia 4,5 tahun bernama Umainatun Nafi’an yang mengikuti ibadah umroh bersama Shiddiqiyyah, putri Bapak Sutoyo, salah satu peserta umroh dari Grobogan.
“Berangkatnya ke tanah suci, disertai orang yang suci dari dosa, yaitu anak yang belum baligh, anak putri yang belum baligh. Jika anak sudah baligh sudah terkena dosa, jika belum baligh masih suci. Jadi berangkatnya itu disertai, menuju tanah suci disertai anak yang masih suci, anak perempuan dari jama’ah Purwodadi. Oleh sebab itu namanya anak ini setelah diberi nama oleh orangtuanya, disini saya tambah Siti Mabruroh, karena ibadah umroh kita ini saya nilai, saya pantau dari rumah ini menjadi Umroh Mabruroh. Karena berangkatnya anak yang suci dari dosa, menuju tanah suci”, pitutur luhur Sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam acara penyambutan jama’ah umroh.
Ketika ditanya perihal pemberian nama dari Sang Mursyid, Bapak Sutoyo, Ayah dari Umainatun Nafi’an Siti Mabruroh mengutarakan, “Itu hal yang saya tidak bisa ungkapkan lewat lisan saya, hanyalah saya bersyukur sekali atas berkat dari beliau Sang Guru menyampaikan (memberikan) nama seperti itu.”
Dalam sambutannya, Ibu Nyai Shofwatul Ummah mengungkapkan rencana umroh yang akan datang, “InsyaAlloh akan di agendakan lagi (read-ibadah umroh), oleh karena itu silahkan nabung dulu supaya bisa ikut kembali. Ada wacananya untuk umroh selanjutnya bersama beliau (read-Sang Mursyid), dan kalau beliau ikut, rencananya mau ke Uzbekistan dan Madinah. Karena beliau ada darah dari Uzbekistan, kalau dalam bahasa istilahnya, beliaunya pulang kampung. Semoga Alloh memberikan kemudahan dan kelancaran dari wacana itu menjadi kenyataan.” (OPSHID MEDIA)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan