ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sehat Tentrem Mahal Tapi Laku!
04 Agustus 2026 19:00
Di tengah persaingan industri hasil tembakau nasional yang semakin ketat, di mana banyak produsen bersaing melalui harga murah dan promosi besar-besaran, hadir sebuah fenomena yang menarik perhatian. Di saat sebagian konsumen beralih ke merek yang lebih ekonomis akibat kenaikan tarif cukai hasil tembakau, Rokok Sehat Tentrem (ST) justru tetap memiliki pasar yang loyal, bahkan terus berkembang.
Fenomena tersebut melahirkan ungkapan yang kini cukup dikenal di kalangan pengguna maupun komunitas STHolics:
"Rokok ST Mahal Tapi Laku."

Lalu, apa yang membuat produk dengan harga relatif lebih tinggi tetap diminati?
Jawabannya ternyata bukan semata-mata karena cita rasa, tetapi juga karena kualitas, identitas merek, loyalitas pelanggan, dan visi besar yang diusungnya:
"Sehat Tentrem Untuk Indonesia Raya."
ST BUKAN SEKEDAR PRODUK
Bagi sebagian masyarakat, ST hanyalah sebuah merek rokok. Namun di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah, Sehat Tentrem dipandang lebih dari sekadar produk komersial. ST merupakan bagian dari ikhtiar perjuangan membangun kemandirian ekonomi bangsa melalui karya anak negeri.
Filosofi ST dibangun di atas empat semangat utama:
Karena itu, slogan "Untuk Indonesia Raya" dimaknai bukan sekadar kalimat pemasaran, melainkan komitmen agar setiapa ktivitas ekonomi mampu memberi manfaat yang lebih luas bagi bangsa.
Mengapa Harganya Lebih Mahal?
Banyak orang menganggap harga Rokok ST relatif lebih tinggi dibanding sebagian besar rokok di pasaran. Namun apabila melihat posisi produknya, sebagian besar varian ST memang dipasarkan sebagai kretek premium.
Produk-produknya menggunakan perpaduan tembakau pilihan, cengkeh berkualitas, rempah-rempah Nusantara, bahkan pada beberapa varian ditambah racikan madu sesuai karakter masing-masing produk. Perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa yang khas dan menjadi salah satu alasan mengapa harga jualnyaberada pada kelas premium.
Bagi pelanggan setianya, nilai yang dibeli bukan hanya isi bungkus rokok, melainkan kualitas produk, pengalaman menikmati rasa, serta filosofi yang melekat pada merek Sehat Tentrem.
KEKUATAN WORD OF MOUTH
Hal menarik lainnya, pertumbuhan ST tidak bertumpu pada iklan komersial berskala besar sebagaimana lazim dilakukanp erusahaan rokok nasional.

Perkembangan merek ini lebih banyak didorong oleh word of mouth, yaitu rekomendasi dari pengguna kepada pengguna lainnya, jaringan agen, komunitas, dan hubungan antar pelanggan.
Penelitian yang diterbitkan oleh IAIN Kediri juga menjelaskan bahwa komunikasi dari mulut ke mulut menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas pengenalan produk ST, meskipun pada awalnya peredarannya banyak berkembang di lingkungan internal jamaah.
Pola pemasaran seperti ini membuat loyalitas pelanggan tumbuh secara alami dan berkelanjutan.
- Sehat Tentrem Mahal Tapi Laku!
- Berkali-kali Didata, Tak Kunjung Nyata, Ahmad Kini Miliki Rumah Gratis dari Shiddiqiyyah
- Yatim Piatu di Bogor Menanti Masa Depan di Rumah yang Hampir Roboh
- Chrinsesia: Ditinggal Wafat Sang Suami, Rumah Syukur Pertama Menjejak di Tanah Papua
- Surat Terbuka Yang Tidak Dibuka: Catatan Tentang Paket Rahasia Sehat Tentrem
- Suliyastiningsih: Rumah Syukur yang Mengubah Air Mata Menjadi Senyuman di Kaki Gunung Arjuno
- Perjalanan Spiritual Dalam Mencari Makna Di Balik Kretek Sehat Tentrem
- Martono: Buruh Sampah Yang Dapat Rumah Gratis
- Eksperimen Kretek Untuk Penyembuhan - Catatan Pribadi Dokter Hewan Tentang Sehat Tentrem
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak