ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Work From Future: Jawaban OPSHID Atas Job From Future
25 Juni 2026 10:00
MENGAPA INI SEMUA BISA TERJADI?
Situasi ekonomi global tidak sedang baik-baik saja. Harga bahan bangunan naik. Biaya sewa alat berat mahal. Fluktuasi kurs tidak bisa diprediksi. Banyak proyek besar terhenti di tengah jalan karena alasan yang terdengar masuk akal: "belum ada modalnya."
Lalu dari mana OPSHID mendapatkan energi untuk tidak hanya melanjutkan — tapi justru mempercepat?
Jawabannya ada pada satu konsep yang disampaikan dalam ngopi bareng 20 Juni 2026: Work from Future.
Bukan bekerja untuk masa depan — orientasi itu masih memandang ke depan dari titik kekurangan hari ini. Tapi bekerja dari masa depan — mengambil kepastian yang sudah Alloh tetapkan, lalu turun ke bumi mewujudkannya di sini, sekarang, dengan segala yang ada.
"Kita hari ini bisa dapat sesuatu yang telah ditetapkan, berarti kita berkarya dari masa depan."
- Sidik, Koordinator Relawan Zona 1
Job from Future — tugas dari Alloh melalui Sang Mursyid. Work from Future — cara menjawabnya: dengan kepastian, bukan kepanikan. Dengan ilmu, teknologi, kekuatan jamaah, dan tekad pejuang.
Kata "tidak bisa" tidak punya tempat di sini. Gandolane: Atas Berkat Rochmat Alloh.
Ini Bukan Proyek — Ini Kita
Sekarang bicara tentang siapa yang melakukan semua ini.
Yang membeli crane bukan konglomerat dengan kantor di gedung pencakar langit. Yang membeli Aimix bukan developer properti multinasional. Yang merakit concrete pump bukan kontraktor besar dengan ratusan insinyur di belakangnya.
Ini Sang Maulana. Ini OPSHID dari Zona 1, 2, 3, 4 dan Ikhwan. Ini Sehat Tentrem. Ini pejuang dari Jombang yang rela berdiri di bengkel, menggarap komponen hidrolik demi sesuatu yang nilainya jauh melampaui keuntungan proyek manapun.
Ini kita.
Dan di sinilah makna kernet yang ditegaskan Sang Maulana menjadi sangat nyata: tidak semua orang harus mengoperasikan crane untuk berkontribusi. Kernet adalah yang meringankan beban pimpinan — yang tahu apa yang dibutuhkan, lalu datang dengan apa yang dipunya. Ada yang datang membawa alat. Ada yang datang dengan ilmu. Ada yang datang dengan tenaga. Ada yang datang dengan doa dan kesetiaan yang tidak pernah absen.
"Main individu ngono bunuh diri."
— Sang Maulana
Kekuatan OPSHID bukan pada satu orang yang luar biasa. Kekuatannya ada pada jaringan — pada ribuan tangan yang bergerak satu arah, pada ekosistem yang tidak bocor ke luar, yang berputar di dalam, yang menghidupi perjuangan dari dalam lingkarannya sendiri.
- Tinggalkan Rumah Kayu, Buruh Tani di Jombang Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Kuli Batu di Pasuruan Tak Menyangka Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Realisasikan Ajaran Al Qur-an, Santri MQ Wujudkan Syukur Menjadi Aksi Bangun Rumah
- Setetes Bakti untuk Bangsa dan Negara: Rumah Baru dari Pemuda Shiddiqiyyah Sidoarjo
- Sambut Sumpah Pemuda ke-98, OPSHID Gotong Royong Bangun Rumah Syukur!
- Serah Terima Rumah Syukur Kemerdekaan Unit ke-136, OPSHID Bangun Dengan Desain Berbeda
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.