ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Suherman: Hidup dari Barang Bekas, Impikan Rumah Yang Layak
· 3 menit baca
REZEKI DATANG DI WAKTU YANG TEPAT
Berkali-kali menerima ketidakpastian, membuat Suherman dan istri krisis kepercayaan. Termasuk ketika kawan-kawan dari OPSHID (Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah) datang.
“Sudah gak percaya lagi, karena dulu-dulu juga begini, paling cuma datang terus difoto-foto, lalu pergi”, tuturnya mengingat perasaan yang muncul pertama kali ketika OPSHID menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya.
Tapi ini adalah OPSHID, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah dengan program Rumah Syukur yang dibagikan gratis ke masyarakat. Bagi OPSHID, program ini bukan sekali, dua kali dilakukan. Lebih dari ratusan rumah telah dibangun dengan megah dan kokoh.
Setelah melakukan survey lokasi, pengecekan latar belakang penerima dan kepemilikan tanah penerima, OPSHID datang memberi harapan baru. Tanpa janji palsu. Kawan-kawan dari OPSHID Zona 3, akan membongkar rumah lama Suherman dan membangun rumah yang baru, dilengkapi fitur rumah pintar/smart home. 100% gratis, tanpa dipungut biaya sepeserpun.
Pada saat wawancara bersama Suherman dan istrinya berlangsung, rumah mereka sudah dalam tahap pembangunan oleh kawan-kawan OPSHID.
“Perasaan alchamdulillah sekali, sebelumnya sempat mikir ‘gimana ini rumahnya sudah mau roboh, uang gak ada’. Tapi tiba-tiba YaAlloh... dapat rezeki tidak terduga dari OPSHID”, tutur istri Suherman sumringah.
Tak ada janji palsu yang diberikan OPSHID untuk keluarga ini. Rumah reyot dengan dinding bata setinggi pinggang dan triplek reyot iitu akan menjadi rumah mewah yang disebut Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS) OPSHID—rumah dengan memanfaatkan teknologi smart home di dalamnya.
Harapan yang tertunda, akan segera terwujud melalui program OPSHID. Dan di situlah OPSHID hadir, tak sekadar menjanjikan, tapi benar-benar mewujudkan harapan yang telah terpupuk lama di benak keluarga Suherman. Dengan rumah yang lebih nyaman dan lebih layak, besar harapan Suherman dan keluarga untuk bisa lebih termotivasi dalam menjalani hidup dan memperbaiki kondisi ekonomi mereka. (OPSHID Media)
- OPSHID Serahkan 7 Rumah Gratis Siap Ditempati
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945