ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sugiyem: Aku Cinta Suamiku, Kusayangi Juga Istrinya
02 November 2024 17:00

Semarang—Dimadu oleh suami tercinta mungkin adalah salah satu hal yang paling menyakitkan yang bisa menimpa wanita. Siapa sih, yang rela berbagi suaminya dengan wanita lain? Apalagi, bila tinggal serumah.
Hari di mana suami Sugiyem (70), Sardi Atmojo, menikah lagi dengan wanita yang jauh lebih muda yaitu Suparni (52) adalah hari di mana Sugiyem mengesampingkan semua keinginan pribadinya dengan harus tinggal berdampingan bersama madunya selama sisa hidupnya. Bahkan setelah suaminya meninggal 18 tahun yang lalu, tahun 2006.
Apabila umumnya istri tua dan istri muda tidak pernah rukun, lain cerita dengan kisah Sugiyem dan Suparni. Ketika Suparni jatuh sakit dan lumpuh sekitar 5 tahun yang lalu, bahkan ketika Suparni hampir mengakhiri hidupnya sendiri, Sugiyem dengan sabar merawat Suparni dan menjadi tulang punggung keluarga.
KISAH AWAL
Dahulu, pasangan suami istri Sugiyem dan Atmojo menikah sekitar tahun 1970an, dan tinggal di Klaten. Bertahun-tahun menikah, mereka tak kunjung dikaruniai keturunan. Belum habis kesedihan karena tak bisa memiliki keturunan, Sugiyem harus merelakan dirinya dimadu dengan wanita lain. Setelah 15 tahun pernikahan dan tidak memiliki anak, Atmojo menikah dengan Suparni, dan dikaruniai dua orang anak, Niken Danialifah dan Yusuf Ari Wibowo. Dengan kasih sayang, Sugiyem merawat dua orang anak itu seperti anaknya sendiri.
Pada tahun 1998, tanah yang mereka tempati di Klaten bersengketa dengan adik Atmojo. Karena tidak ingin memperpanjang sengketa, Atmojo memilih mengalah dengan pindah. Awalnya Atmojo ingin pindah ke Kalimantan, tetapi akhirnya keluarga ini pindah ke Desa Susukan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Dengan alasan, Kabupaten Semarang yang merupakan kawasan industri menjadi tempat yang mudah untuk mencari pekerjaan bagi anak-anaknya nanti.
Di Ungaran, Atmojo menjadi petani singkong. Ditanamnya tanah miliknya di tengah alas (hutan—red) dengan singkong, dan hasilnya dimasak oleh kedua istrinya menjadi keripik gadung. Selain itu, Suparni juga membuka sampingan dengan mendirikan warung jajan dan minuman dingin di depan rumah mereka. Selama beberapa tahun, kehidupan mereka sepertinya baik-baik saja. Keadaan mulai berputar arah semenjak Atmojo meninggal.
Atmojo meninggal secara tiba-tiba pada suatu pagi di tahun 2006. Hingga kini tidak ada yang mengetahui secara pasti apa sebabnya. Ada dugaan, meninggalnya karena angin duduk.
Sejak meninggalnya Atmojo, Suparni memiliki banyak kekhawatiran. Selain kekhawatiran tentang ekonomi yang kian menurun dan kondisi rumah yang makin memburuk, ada kekhawatiran mengenai putrinya, Niken. Suparni takut Niken yang masih berusia SMP dan baru saja kehilangan ayah digoda oleh laki-laki tak bertanggung jawab. Maka ketika ada seorang yang melamar Niken, Suparni tanpa banyak pertimbangan langsung menerimanya.
Namun ironisnya, laki-laki yang melamar Niken ternyata adalah pria yang tidak bertanggung jawab yang ditakutkan oleh Suparni. Suami Niken, yang kini sudah menjadi mantan suami, tidak bekerja dan tidak menafkahi keluarga.
Kini, Niken sudah menikah lagi dan tinggal di Banyumanik bersama suami barunya. Sementara kedua putri Niken dari mantan suami, Saptiana Anggun Saputri dan Amanda Putri Mekaera, tinggal bersama kedua neneknya di Ungaran. Putra Suparni yang bernama Yusuf pun sudah menikah dan memiliki seorang anak, dan kini tinggal di Sumowono.
Dengan kata lain, di rumah sederhana Sugiyem dan Suparni di Ungaran, hanya tinggal mereka berdua ditemani oleh 2 orang cucu perempuan mereka yang masih kecil. Anggun dan Manda, keduanya masih berusia di bawah 10 tahun.
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon