ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sugiyem: Aku Cinta Suamiku, Kusayangi Juga Istrinya
· 6 menit baca
BUAH KESABARAN
Kesabaran mereka dalam menghadapi ujian hidup kini telah membuahkan hasil. Alloh limpahkan kasih sayangnya pada kedua janda ini, sehingga kini mereka tak lagi harus tinggal di rumah reyot yang rawan ambruk. Rumah mereka telah dibangun menjadi layak dan indah oleh OPSHID, dalam program santunan rumah gratis yang bernama Rumah Syukur.
Tak hanya rumah, OPSHID juga membangunkan warung jajan Mbah Sugiyem dan Mbah Suparni menjadi lebih baik. Dengan harapan, pintu rejeki akan semakin terbuka lebar untuk mereka.
“Terima kasih sekali kepada ibu-ibu, bapak-bapak yang sudah membantu membangunkan rumah saya. Semoga Alloh yang membalas, saya tidak bisa balas apa-apa”, ucap Suparni dengan penuh rasa syukur.
“Kemarin rumahnya baru dikeramik sedikit saja, anak-anak (Anggun dan Manda—red) sudah senang, ‘mbah lihat rumahnya sudah jadi bagus mbah’, begitu katanya”, tambah Sugiyem. Anggun dan Manda sudah tidak takut lagi diejek temannya-temannya ketika rumah mereka masih kurang layak.
Keluarga yang selama ini saling menyayangi dan menguatkan ini sekarang makin harmonis di bawah atap rumah baru mereka. Semoga dengan adanya Rumah Syukur ini, mereka semakin terlindungi dari panas, hujan, maupun badai. Begitu pula badai-badai keresahan dan kesedihan dalam hidup mereka yang seolah tak berujung, semoga segera berakhir dan diganti oleh hari-hari cerah yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur. (OPSHID Media)
- OPSHID Serahkan 7 Rumah Gratis Siap Ditempati
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945