Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Yatimin: Menghuni Rumah Reyot di Tengah Kepadatan Rumah Megah

24 Oktober 2024 17:00

Yatimin: Menghuni Rumah Reyot di Tengah Kepadatan Rumah Megah

HIDUP MERDEKA DIBANGUNKAN RUMAH SYUKUR

Atas ketabahan mereka, Allah melimpahkan berkah-Nya di waktu yang tak disangka-sangka. 

Keinginan untuk memiliki rumah yang layak dihuni kini sudah di depan mata. Dengan dibangun total oleh pemuda OPSHID Surabaya yang bertempat di Kalilom Lor Indah, Gang Semanggi, No. 18A, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kec. Kenjeran Surabaya.

Program ini merupakan pembangunan rumah gratis dari OPSHID dalam mensyukuri Sumpah Pemuda ke-96 dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Mbah Min bercerita dengan semangat saat OPSHID Surabaya datang memberi kabar bahwa akan dibangunkan rumah gratis. "Lima orang datang dengan baju ada lambangnya (OPSHID), menanyakan tentang tanah dan rumah ini. Keesokan harinya, mereka kembali dan bertanya, 'Mbah, bolehkah kami membangun rumah ini? Rumah ini sudah tidak layak dihuni". Saya jawab, "ya jelas boleh dibangun rumahnya". Tak lama, rumah saya dibongkar."

Beliau terkejut dan bersyukur, "Kaget, alchamdulillah. Kalau dipikir-pikir, saya dibangunkan kayak gini darimana dananya padahal saya nggak nyambut gawe (tidak bekerja) tapi semua ini bisa terjadi. Dulu rumah saya paling jelek, sekarang jadi yang paling bagus."

"Alchamdulillah, ada yang membangun rumah saya. Saya tidak bisa berkata-kata, hanya bisa menangis. Allah Maha Adil, dan ini rezeki saya”, ucap haru Mbah Min.

Mbah Min menyampaikan terkait respon warga dengan program ini, "Saya tidak mengajukan permohonan, ini barokah. Banyak yang tanya bagaimana kok bisa dapat bedah rumah? Apa dzikirnya? saya jawab, dzikir saya hanya meminta ampun kepada Maha Kuasa”.

Rezeki selalu menemukan jalan kepada siapa yang berhak menerima. Mbah Min sebelumnya terpilih dalam program bedah rumah, tetapi gagal karena KTP-nya tidak sesuai alamat. Kini, rezeki rumah baru untuk Mbah Min akhirnya terwujud melalui jiwa-jiwa OPSHID.

20241023_102339_0000.webp (644 KB)

Begitu bahagianya, Mbah Min sering memperhatikan progres pembangunan rumahnya,  “Aku pengen tau rumahku jadinya kayak gimana. Tapi ya pasrah akan seperti apa", ucapnya.

Dorongan relawan OPSHID Surabaya untuk gotong royong membangun rumah disampaikan oleh Bang Choi, penanggung jawab Rumah Syukur Surabaya, “Setiap tahun kita berusaha bangun rumah. Yang membuat kita istiqomah karena ingin mewujudkan sebagaimana dawuh Sang Guru bahwa amal yang baik itu yang istiqomah dan lestari.”

20241023_102129_0000.webp (1.61 MB)

Selama proses pembangunan, Mbah Min dan Marianto disewakan kos-kosan sebagai tempat tinggal sementara, “Seluruh biaya ditanggung OPSHID, kami memastikan kenyamanan dengan menyediakan tempat tinggal sementara, serta membantu kebutuhan sehari-hari.”

Marianto bersyukur atas pembangunan rumah layak huni, seraya meneteskan air mata, ia menyampaik ucapan syukurnya, "Semoga program Rumah Syukur semakin lancar, sukses, dan semua diberi kesehatan. Terima kasih banyak kepada Shiddiqiyyah. Saya dan bapak sangat senang, alchamdulillah."

Marianto juga semakin semangat mencari pekerjaan demi membangun masa depan yang lebih baik bersama Mbah Min. “Alhamdulillah semangat, dengan rumah baru ini, saya berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik untuk mencukupi kebutuhan dan merawat rumah.”

Dengan demikian, perjuangan OPSHID semakin nyata dalam mewujudkan cita-cita rakyat Indonesia untuk memiliki, menikmati, dan mensyukuri tanah air Indonesia. 

Penulis: Jauharotun Naaja

Editor: Nuraida