ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Riyatin: Berkali-kali Dijanjikan Rumah, Akhirnya OPSHID yang Wujudkan
27 Oktober 2023 14:00
SURABAYA – Riyatin (60) seorang ibu dengan 4 orang anak. Satu laki-laki dan tiga lainnya perempuan dan semuanya sudah menikah. Putrinya yang kedua dan ketiga telah menikah dan tinggal terpisah. Hanya putri bungsunya meski sudah menikah dan mempunyai 3 putra, memilih untuk menemani dan tinggal bersama ibu.
Bu Riyatin hidup tanpa peran suami sejak 2 tahun yang lalu, suaminya meninggal dunia sebab sakit paru-paru yang diderita dan putra semata wayangnya pun meninggal 11 tahun silam karena tenggelam, “Waktu itu jualan es krim pakai gerobak tahun 2002 di pinggir sungai, keadaan hujan-hujan. Tidak diketahui kejadian pastinya, tiba tiba hilang gitu aja kata teman-temannya", cerita anak kedua Bu Riyatin, mengingat kembali masa duka itu.
Bu Riyatin dan keluarga, tinggal di Desa Kedung Rejo, Kec Benowo, Kota Surabaya. Tinggal di rumah sederhana berdinding anyaman bambu. Sudah puluhan tahun beliau tinggal di tempat itu, bahkan sebelum kawasannya padat merayap dengan gedung menjulang tinggi seperti saat ini, sedang rumah Bu Riyatin tidak ada perubahan yang berarti.
Bu Riyatin sendiri pernah mendapat bantuan dari pemerintah pada Tahun 2015, rumah yang semula berdinding anyaman bambu diganti dengan kalsiboard, lantai dipasang keramik, namun atap tidak dibenahi, alhasil banyak bocor sana-sini ketika hujan mengguyur Surabaya.
Bu Riyanti pernah membuka Warkop di dekat rumah, di atas lahan tetangga, sampai pada tiga tahun lalu, tepatnya pada tahun 2020 pemilik lahan meminta agar lahan tersebut kembali dikosongkan seperti sedia kala karena berencana akan mendirikan sebuah bangunan. Hal ini yang kemudian membuat Bu Riyatin berpindah dan membuka warung kopi sederhana di rumahnya sendiri. Namun sampai saat ini, lahan yang katanya akan dipergunakan untuk mendirikan bangunan, tampak masih tetap menjadi lahan kosong.
"Saiki warung e sepi, jare panggone sempit (sekarang warungnya sepi, katanya karena tempatnya sempit-red)", cerita Bu Riyanti. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan, Bu Riyatin berganti berjualan sembako.

- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus