ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Riyatin: Berkali-kali Dijanjikan Rumah, Akhirnya OPSHID yang Wujudkan
27 Oktober 2023 14:00

Ketika tim OPSHID datang untuk kunjungan kerja sekaligus menyampaikan dana motivasi percepatan pembangunan, Bu Riyatin dan anaknya tak henti-hentinya mengucap terima kasih “Terima kasih mbak, di usia ibu saya yang sudah tua, mendapat bantuan seperti ini yang kemungkinan besar anak-anaknya belum bisa memberi yang seperti ini. Saya sering kepikiran sampai kapan rumah saya seperti ini. Dari papan”.
"Rumahmu jelek, rumahmu jelek", cerita anak Bu Riyatin menirukan ejekan teman-teman anaknya, "kapan Ma rumahmu bagus?", tanya cucu Bu Riyatin kepada sang ibu, tidak ada jawaban atas pertanyaan itu.
Hingga datang sebuah kabar terlampau gembira, bahwa rumah Bu Riyatin akan dibangunkan menjadi Rumah Syukur. Tak tertahan kebahagian sang cucu pasca mendengar kabar tersebut, “Nanti rumahnya bagus, Ma? Kalau hujan udah nggak bocor lagi ya? Kalau mandi udah nggak banjir lagi ya, Ma?”, pertanyaan bertubi-tubi dari sang cucu.
"Waktu itu Mas Arifin OPSHID datang memberikan santunan, kemudian tanya kalau rumahnya dibangun gimana, Bu? Apa ikhlas? Iya mas, ikhlas", cerita bu Riyatin mengingat kembali peristiwa ketika kabar baik tersebut datang. Setelah izin dari penerima telah diperoleh, tanpa berlama-lama lagi, tiga hari kemudian OPSHID Surabaya segera melakukan pembongkaran, sebagai tanda bahwa rumah Bu Riyatin adalah penerima Rumah Syukur dari OPSHID.
Rupanya Bu Riyatin sempat tidak percaya jika akan dibangunkan rumah, mengingat 2 tahun lalu beliau pernah disurvey dari tim Bedah Rumah dari pihak lain, namun tidak ada kabar lagi setelahnya, "Rasanya kayak Mimpi, mbak. Karena 2 tahun lalu pernah disurvey dari pemerintah, tapi lama nggak ada kabar. Seperti angin lalu saja".
Saking takutnya diberi harapan palsu lagi, Bu Riyatin berulang kali memastikan jika rumahnya benar-benar akan dibangun, “Seperti tidak percaya, kok tiba-tiba. Biasanya kan disurvey dulu, prosesnya lama sampai berbulan-bulan. Tapi ini kok langsung”, tambahnya.
Para tetangga sekitar rumah Bu Riyatin-pun juga ikut bersyukur, sampai ada yang bilang, “Uti (panggilan kepada Bu Riyatin-red) ini pilihan Alloh, semoga berkah ya Uti”.
Kini, Bu Riyatin telah memiliki rumah yang dibongkar total dan dibangun total, tidak setengah-setangah, material, pekerja, fasilitas rumah, semuanya diberikan gratis, rumah syukur ini dibangun dengan sepenuh hati oleh jiwa-jiwa OPSHID untuk Indonesia Raya.(OPSHID Media)
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa