ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
25 Maret 2026 19:00
KEMERDEKAAN HAKIKI DAN MARTABAT BANGSA YANG DIINJAK DENGAN MENYEBUT INLANDER
Salah satu bentuk penindasan paling menyakitkan dalam sejarah penjajahan adalah penghinaan terhadap martabat bangsa Indonesia. Pada masa kolonial Belanda, rakyat Indonesia sering disebut dengan istilah ‘Inlander’, yaitu sebuah istilah yang merendahkan dan menganggap bangsa Indonesia sebagai manusia kelas rendah.
Dalam struktur sosial kolonial, pribumi ditempatkan pada posisi paling bawah, bahkan dianggap lebih rendah dari hewan. Kebijakan diskriminatif ini dilegalkan oleh pemerintah kolonial dan menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan. Masyarakat Hindia Belanda dibagi ke dalam beberapa golongan hukum dan sosial, yaitu:
Seiring munculnya kesadaran jati diri bangsa; bahwa Indonesia adalah bangsa yang bermartabat pada awal abad ke-20, istilah inlander mulai ditolak oleh para tokoh pergerakan nasional. Tokoh-tokoh seperti HOS Tjokroaminoto, RMP Sosrokartono, dan Soekarno menentang keras penggunaan istilah tersebut karena dianggap merendahkan martabat bangsa.
Dalam pidato dan tulisan mereka, istilah “inlander” diganti dengan istilah yang lebih bermartabat seperti:
Tokoh-tokoh pergerakan nasional menegaskan pentingnya kemerdekaan sebagai sarana untuk mengangkat martabat bangsa. Menurutnya, tanpa kemerdekaan, bangsa Indonesia akan terus dianggap sebagai ‘manusia setengah hewan’.
Pemikiran ini menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan dan membangun negara yang berdaulat, adil, dan bermartabat.
Kemerdekaan Indonesia tidak hanya merupakan hasil perjuangan manusia, tetapi juga karunia dari Alloh SWT. Dalam perspektif spiritual, kemerdekaan adalah anugerah Ilahi yang harus disyukuri dan dijaga.
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesi adalah “Atas Berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa”. Pernyataan ini menunjukkan bahwa dimensi spiritual memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan bangsa.
Setelah Indonesia merdeka, istilah inlander secara resmi tidak lagi digunakan. Namun demikian, jejak historis istilah ini tetap penting untuk dipelajari sebagai bagian dari kesadaran sejarah bangsa, agar tidak terulang kembali praktik diskriminasi dan dehumanisasi.
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang
- Mursyid Shiddiqiyyah Indonesia Pimpin Taubat Bersama Ala Tashawwuf
- Work From Future: Jawaban OPSHID Atas Job From Future
- Shiddiqiyyah Bangun Ratusan Rumah Gratis Menjelang Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Sambut Tahun Baru 1448 Hijriyyah, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Makna Organisasi Wali Songo
- Beras Uwi: Keseriusan Membangun Sistem dari Budidaya hingga Badan Usaha