ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Benarkah Negara Indonesia Berdaulat Secara Ekonomi?
28 Desember 2025 07:00
APAKAH KITA SUDAH BERDAULAT?
Berdaulat menurut KBBI: Mempunyai kekuasaan tertinggi atas suatu pemerintahan negara atau daerah.
Jadi berdaulat adalah keadaan ketika suatu kelompok atau individu memiliki kuasa atas pemerintahan di wilayah yang disinggahi. Sedangkan Republik Indonesia memiliki sistem 'demokrasi’, yang berarti pemilik kuasa tertinggi di Indonesia adalah rakyat. Apabia kedaulatan Indonesia sudah tercapai, maka seharusnya rakyat sudah merasakan kedaulatan ini dalam segala aspek di Indonesia, mulai dari hukum hingga ekonomi.
Pada akhirnya, perjalanan sejarah Indonesia menunjukkan bahwa kedaulatan bukan sesuatu yang datang sekali lalu selesai. Ia adalah proses panjang: direbut, dipertahankan, dan terus diperjuangkan kembali. Dari ORI sebagai simbol keberanian ekonomi, uang RIS dan golongannya yang mencerminkan intervensi struktur kolonialisme, hingga lahirnya Rupiah.
Kini pertanyaannya kembali kepada kita:
Apakah kedaulatan itu sudah benar-benar berada di tangan rakyat, ataukah kita masih terikat oleh struktur, sistem, dan kepentingan lama?
Jika kemerdekaan adalah titik awal, maka kedaulatan sejati adalah tujuan panjang yang menuntut kesadaran, keberanian, dan konsistensi bangsa untuk terus memperjuangkannya.
UUD 1945 Pasal 33:
Ayat (1): Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Ayat (2): Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Ayat (3): Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Pasal 34:
Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
======
Referensi:
Security Council Resolution No. 67 (1949): The Indonesian Question, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Portal Resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Indonesia (1947–1949), Wikisource Indonesia.
Kronik ORI Oeang Republik Indonesia 1945-1950 (2022) oleh Erwien Kusuma.
Kebangsaan dan Kerakyatan (2014): Doktrin Pembangunan Nasional Indonesia oleh Sri-Edi Swasono.
A History of Modern Indonesia since c.1200–2008 Third edition (2001) oleh M.C. Ricklefs.
Nationalism and Revolution in Indonesia (2003), Ithaca: Cornell Southeast Asia Program, oleh George McTurnan Kahin.
- Pesan Cinta Rumi Untuk Dunia, Syekh Mukhtar Mu'thi: Tanda Kebangkitan Tashawwuf
- Tambah Satu Unit, Yatim Piatu di Ngawi Terima Rumah Gratis dari OPSHID
- Pembangunan Rumah Gratis Yang Hadir Membawa Nilai Keimanan dan Kemanusiaan
- Tinggalkan Rumah Kayu, Buruh Tani di Jombang Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Kuli Batu di Pasuruan Tak Menyangka Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Realisasikan Ajaran Al Qur-an, Santri MQ Wujudkan Syukur Menjadi Aksi Bangun Rumah
- Setetes Bakti untuk Bangsa dan Negara: Rumah Baru dari Pemuda Shiddiqiyyah Sidoarjo
- Sambut Sumpah Pemuda ke-98, OPSHID Gotong Royong Bangun Rumah Syukur!
- Serah Terima Rumah Syukur Kemerdekaan Unit ke-136, OPSHID Bangun Dengan Desain Berbeda
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang