ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Degradasi Umat; Munculnya Politik Sebagai Alat Pecah Belah
21 Juli 2025 18:00

RASIALISME: DARI LUAR UMAT MUSLIM MAUPUN DALAM
Menurut Oxford Advanced Learners Dictionary, rasial bermaksud ‘charasteristic of race’ (karakter sesuatu bangsa). Rasialisme juga disebut sebagai racism (rasisme). Ia adalah gabungan prejudis dan kuasa yang diartikulasi melalui diskriminasi berasaskan warna kulit dan ciri-ciri fisik biologis yang lain. Selain daripada itu, rasisme juga merujuk pada sifat individu dan diskriminasi institusional, rasialisme biasanya merujuk pada suatu gerakan sosial atau politik yang mendukung teori rasisme.
Menurut keterangan O. Hashem dalam buku Penaklukan Dunia Islam bab Rasialisme, Zionisme, Fasisme, Imperialisme Penyakit dari Barat, “kaum rasialisme ini tidak hanya pandai mengutip kitab suci tetapi mereka juga tidak segan menciptakan kitab suci sendiri yang kemudian dikutipnya. Mereka menegakkan ilmu palsu untuk membela tindakan-tindakan rasialis dengan menghalalkan tindakan politik ekonomi dan kebudayaan terhadap rakyat timur.”
Tak hanya dari luar, usaha untuk memecah umatpun juga terjadi dalam tubuh umat muslim sendiri. Bahkan tak lama setelah wafatnya Nabi Muchammad, yang terjadi di masa Khulafa’ur Rosyidin. Hal ini terjadi karena adanya faktor kekuasaan; untuk dapat menguasai satu wilayah dan pola fikirnya.
Dalam tubuh umat muslim Firqoh Khowarij-lah yang keberadaannya membahayakan, karena ia membuat umat muslim pecah dari dalam dengan menyebarkan berita yang hanya menguntungkan kelompoknya. Dan karena adanya persoalan politik, hal ini pula yang kemudian memunculkan beberapa hadits politik; yang digunakan untuk pembenaran pendapat pribadi. Dan sampai kapan umat Muslim akan terus mengikuti alur pecah belah itu?
Sudah saatnya umat Muslim membentuk satu kesatuan dan menyelesaikan persoalan di Timur Tengah. Agar segera tercapailah perdamaian bagi seluruh umat manusia.
Mengutip Mauidhoh Syekh Mukhtar pada acara penyampaian bantuan untuk Palestina:
"Dan kita wajib membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami tragedi kemanusiaan yang dibantai di Gaza oleh orang-orang fakir Isroil. Ikut membantu perang saabilillah, kewajiban kita ini bukan sunnah, tapi wajib! Menurut kemampuan kita. Ini yang namanya yadulloh ‘alal jama’ah karena perintah Alloh dalam al-quran. Fa’insya Alloh kalau kita sungguh-sungguh ikut membantu saudara-saudara kita yang dalam keadaan perang fii sabilillah ini dengan ikhlas, jangan ingin dipuja dermawan, gotong royong ikhlas insya Alloh iman kita selamet dari rusak! Selamet dari faseq! Jadi kita membantu saudara-saudara kita itu walaupun setetes air tak seberapa bantuan kita, ini menyelamatkan iman kita dari rusak! Ini supaya difahami! Selamet."
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO) yang digelar di Khankendi, Azerbaijan (4/7/2025) menyamapaikan keprihatinan atas situasi di Gaza “Kawasan ini tidak bisa menanggung perang baru; Israel harus segera menghentikan serangannya ke Gaza.” Dan pada peringatan Karbala Presiden Erdogan mengingatkan pentinganya persitiwa tersebut bagi umat Muslim, dalam laman resmi twitter “Memperingati peristiwa Asyura adalah untuk menjaga solidaritas dan integrasi umat Islam. Tragedi Karbala telah menyebabkan semua muslim menderita lebih dari satu milenium karena perpecahan. Karenanya setiap momen Asyura tiba, harus dijadikan sumber persatuan antara Muslim Sunni dan Syiah.” (OPSHID Media)
Bersumber :
- Pitutur Luhur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Syekh Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.
- Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam,
- (Tartib wa Tahdzib Kitab Al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir) Al Bidayah wan Nihayah Masa Khulafa’ur Rasyidin (2006) Penerjemah oleh Abu Ihsan Al-Atsari
- Sedjarah Al Quran (1956) oleh Aboe Bakar (Meulaboh Atjeh).
- Penaklukan Dunia Islam (1968) oleh Hashem.
- Jurnal Piagam Madinah Dan Toleransi Beragama oleh Adian Husaini (Ketua Program Studi Pendidikan Islam-Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor).
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan