ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Degradasi Umat; Munculnya Politik Sebagai Alat Pecah Belah
21 Juli 2025 18:00
Berbicara mengenai intrik politik di kalangan umat muslim sendiri tentu tidaklah mudah karena memahami hal ini membutuhkan ketelitian dan kepekaan dalam menerima setiap tandanya. Namun penting juga untuk memahami dari beberapa sirah yang ada. Agar tidak menjadi umat yang terombang ambing dari banyaknya informasi yang berkembang.
Baru-baru ini, Iran sebagai negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam beraliran Syi’ah telah menjadi sorotan dunia karena mampu membalas serangan yang dilakukan Israel dan Amerika. Syi’ah adalah firqoh yang yang muncul setelah terjadi pembantaian Sayyidina Chusein di Karbala, golongan yang muncul untuk melindungi anak keturunan Rosululloh.
Pembalasan oleh Iran ini tentu hal yang membahagiakan namun juga menjadi polemik tersendiri bagi umat muslim. Hingga muncul beberapa narasi yang menggambarkan bahwa Syi’ah adalah aliran yang tidak ada bedanya dengan zionis itu sendiri. Narasipun berkembang dan dihubungkan dengan perbedaan pandangan dengan Ahlussunnah wal jama’ah (Sunni). Narasi yang digunakan untuk menakut-nakuti agar umat Islam saling curiga, hingga perpecahan antar umat muslim tetap langgeng.
Dalam hadits Nabi Muchammad, “Umat ku akan terpecah menjadi 70 lebih golongan, mereka semua ada dalam syurga kecuali orang zindiq,". Hadits ini terdapat dalam kitab Faishal al-Tafriqah baina al-Islam wa al-Zandaqah karya Imam Al Ghazali. Hadits lain dalam kitab jami’ush Shoghir/Alif/jilid I menyebutkan “Perpecahan Yahudi atas 71 golongan dan perpecahan kaum Nashoro atas 72 golongan dan akan pecah umatku atas 73 golongan”.
Perpecahan di kalangan umat muslim telah terprediksi sebelum Nabi Muchammad wafat. Namun apa yang terjadi saat ini menjadi gambaran yang nyata, umat muslim masih terpecah belah. Dan seolah-olah umat muslim sendiri yang mengamininya. Padahal dalam Al Quran telah ada larangan Umat Muslim untuk bertengkar, surat Al Anfal ayat 46 “Dan taatlah kamu kepada Alloh dan RosulNya dan janganlah kamu bertengkar yang menyebabkan kamu lemah dan hilang kekuatanmu. Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya Alloh itu beserta orang-orang yang sabar”.
Mengapa setelah meninggalnya Nabi Muchammad muncul faham-faham yang berbeda di kalangan umat muslim sendiri? Dan mengapa firqoh Syi’ah dan Sunni amat menarik untuk dibenturkan satu sama lain?
Jika tidak mempelajari sejarah umat muslim, dari mana kita akan tau sikap yang benar untuk menghadapinya? Jika sebagai umat muslimpun tidak ada kepedulian dengan konflik geopolitik, kapan akan tersadar dengan bahayanya?
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya