ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Syukuri Maulid Nabi, dengan Do’a dan Sedekah Milliaran Rupiah
20 September 2024 19:00

Mengikuti ajaran Nabi, organisasi merupakan hal penting sebagai wadah untuk berkembangnya kebaikan. Di Indonesia, ada organisasi yang menyumbangkan do'a dan shodaqoh milliaran rupiah.
Indonesia merupakan negara dengan mayoritas umat Islam terbanyak ke-2 di dunia. Pada bulan Robi'ul Awwal, kerap kali masyarakat Indonesia mensyukuri kelahiran Rosululloh Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi besar umat Islam, sebagai Rochmatan lil ‘aalamiin (Rochmat bagi seluruh alam), Uswatun Chasanah (Suri tauladan yang baik), manusia paling berpengaruh di muka bumi.
Warga Negara Indonesia yang beragama Islam memiliki cara yang berbeda-beda dalam mensyukuri maulid Nabi. Satu hal pasti yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan, ada yang mengadakan pengajian, pembacaan kisah, do'a bersama, dan shodaqoh atau berbagi dengan masyarakat luas.
PENTINGNYA ORGANISASI DALAM ISLAM
Dalam kisah saat hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad mendirikan organisasi supaya perkembangan Islam bisa teratur dan berjalan baik. Dalam acara Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah 1442, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi menerangkan apa yang dilakukan Nabi Muchammad setelah hijrah ke Madinah:
“Satu, membangun masjid, untuk terima-terima tamu, kader. Nomor dua membentuk organisasi yang anggotanya terdiri dari kaum Muhajirin dan kaum Anshorin. Dari dua golongan itu dibentuk oleh Nabi Muhammad organisasi Muakhoh Islamiyyah namanya, organisasi persaudaraan Islam. Dari Muakhoh Islamiyyah itulah untuk melestarikan ajaran Islam, mengistiqomahkan, melestarikan Agama islam".
Dengan mengetahui pentingnya organisasi, di tanah air Indonesia, ada organisasi-organisasi yang juga melestarikan ajaran Rosululloh Muhammad SAW.
KASIH SAYANG DI BULAN MAULID NABI
Sebagai Bangsa Indonesia yang sudah merdeka selama 79 tahun ini, masih banyak yang belumrasa memiliki, menikmati, dan mensyukuri Indonesia. Bahkan masih banyak yang mengaku belum merasakan kemerdekaan itu sendiri.
Memahami keadaan itu, di setiap bulan Maulid Nabi ini, ada suatu organisasi yang secara rutin menyelenggarakan acara santunan. Dari santunan lokal hingga kini berskala nasional, bersamaan di hari ulang tahunnya, yaitu Organisasi Dhilaal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) Shiddiqiyyah. Organisasi yang menaungi kaum fakir miskin dan anak yatim piatu, sekaligus menjadi wadah bagi organisasi atau pihak lain yang ingin berpartisipasi dalam acara santunan di bulan Maulid Nabi. Program ini secara umum dikenal dengan nama Santunan Nasional.
Tidak hanya di Indonesia, santunan nasional juga terlaksana di negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Australia. Sebab dasar atau alasan adanya kegiatan ini ialah cinta, cinta kepada Alloh, cinta kepada Nabi Muchammad dan cinta kepada sesama manusia. Berdasarkan data, jika ditotal hanya dari tahun 2019, DHIBRA telah mengeluarkan biaya sejumlah 19 miliar rupiah untuk masyarakat yang membutuhkan. Berikut rinciannya:
Tahun 2019: 24.111 paket dengan total Rp 3.743.285.386
Tahun 2020: 23.937 paket dengan total Rp4.080.864.900
Tahun 2021: 25.077 paket dengan total Rp4.209.339.000
Tahun 2022: 21.757 paket dengan total Rp3.823.148.000
Tahun 2023: 18.859 paket dengan total Rp3.397.944.050
Selain itu, di pusatnya, DHIBRA juga mengadakan pelatihan usaha supaya ekonomi penerima dapat terus mengalir. Bisa diibaratkan, tidak hanya memberi ikan, tapi juga kailnya.
Dalam acara Santunan Nasional ke-18, Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi menerangkan bahwa adanya kegiatan Santunan Nasional bersumber dari hadits Nabi Muhammad S.A.W. yang artinya:
“Barangsiapa mengagungkan kelahiranku, aku memberikan syafa'at kepadanya di hari kiamat. Dan barangsiapa menafkahkan satu dirham di dalam mengagungkan hari lahirku, maka seakan-akan menafkahkan satu gunung emas dalam melaksanakan jalan-jalan yang menuju keridhoan Alloh”.
Dalam hadits lain juga disebutkan: Ash shodaqotu syaiun ajibun, Ash shodaqotu syaiun ajibun, Ash shodaqotu syaiun ajibun. Artinya: “Shodaqoh itu ajaib, shodaqoh itu ajaib, shodaqoh itu ajaib”
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur