ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Bung Karno, Arek Kelahiran Ploso - Jombang
30 Mei 2024 07:00
Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno yang memiliki nama kecil Koesno Sosrodihardjo, lahir pada 6 Juni 1902 di Jombang - Jawa Timur. Tepatnya di desa Rejoagung, kecamatan Ploso, kabupaten Jombang. Benarkah? Mari kita telusuri terlebih dahulu sejarahnya.
Kusno lahir dari pasangan Ida Ayu Nyoman Rai Srimben dan R. Soekeni Sosrodihardjo. Karena waktu kecil sering sakit-sakitan namanya diubah menjadi Soekarno dan kemudian melekat dengan panggilan Bung Karno hingga sekarang.
Soekeni Sosrodihardjo berasal dari Wonosari, Grobogan, yang pada tahun 1870an masuk Karesidenan Semarang. Sedangkan Ida Ayu Nyoman Rai Srimben asalnya dari Buleleng, Bali. Kedua pasangan ini bertemu di Bali saat R. Soekeni berprofesi sebagai seorang Mantri atau Pengajar di sekolah-sekolah Hindia Belanda. Mereka menikah pada tahun 1897, tak lama setelahnya pada Agustus 1898 R. Soekeni Sosrodihardjo diangkat menjadi guru di Karesidenan Surabaya.
Namun karena banyaknya pergerakan perlawanan rakyat terhadap Pemerintah Hindia Belanda di Jawa khususnya karesidenan Surabaya, yang akibatnya penetapan R. Soekeni mengalami penundaan. Surat Beslit (keputusan) dengan nomor 16232 baru muncul pada tanggal 28 Desember 1901 yang ditanda tangani Direktur Pendidikan Peribadatan dan Kerajaan Pemerintah Hindia Belanda.
Kemudian R. Soekeni menjadi Mantri Guru di Tweede Inlandsche School (IS/Sekolah Pribumi) Ploso, Jombang. Sekolah itu juga populer dengan sebutan Sekolah Ongko Loro. Dan pada 12 mei 1902 keluar juga surat beslit yang menetapkan gajinya sebesar F.50 (gulden).
Mengapa awalnya diangkat untuk menjadi guru di Surabaya tapi malah akhirnya menjadi Mantri Guru di Jombang? Karena Jombang pada saat itu masih masuk dalam wilayah Karesidenan Surabaya. Ini bisa dibuktikan oleh dokumen terbentuknya Regentchap Djombang (Wilayah Jombang), yang dulunya merupakan Afdeling (Kabupaten) yang memiliki 3 distrik. Berikut dokumennya:

Disebutkan dalam dokumen tersebut bahwa Djombang dan Mojokerto masih merupakan wilayah Karesidenan Surabaya.
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus