ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Bung Karno, Arek Kelahiran Ploso - Jombang
30 Mei 2024 07:00
Ketertarikan R. Soekeni dalam ajaran Thoriqoh dan tashawwuf ini karena ada arahan dari Raden Mas Haji Oemar Said Tjokroaminoto, pemimpin Organisasi Sarekat Dagang Islam yang kemudian berubah menjadi Sarekat Islam. Dalam literasi disebutkan Tjokroaminoto sempat menjadi mertua Bung Karno dengan menikahi putrinya Siti Oetari.
Dan menurut tutur cerita dari Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi, Tjokroaminoto adalah teman dekat H. Abdul Mu’thi dan juga Kyai Muntoho. Untuk itu ketika keluarga R. Soekeni pindah ke Karesidenan Surabaya, pendidikan Soekarno remaja dititipkan pada Tjokroaminoto. Yang mulanya Kusno sejak kecil telah menjadi murid Pesantren milik Kyai Hajj Abdul Mu’thi dan Pesantren milik Kyai Muntoho.
Tak heran jika dasar pendidikan tashawwuf taleh melekat pada Soekarno sejak masih kecil hingga usia dewasa. Hal itu bisa ditelusuri dari jawaban Soekarno dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat. Ketika Bung Karno didesak dan diculik untuk memaksanya agar segera memproklamirkan kemerdekaan, namun Bung Karno tidak mau dan tetap pada pendiriannya; tidak menuruti permintaan pemuda-pemuda penculik. Serta menyebutkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia harus terjadi pada tanggal 17 Agustus tidak bisa ditanggal lain, dan ketika ditanya mengapa jawaban Soekarno adalah :
“Aku percaya pada mistik. Aku tidak dapat menerangkan yang masuk akal mengapa pada tanggal 17 memberikan harapan kepadaku. Tetapi aku merasakan di dalam relung hatiku bahwa dua hari lagi adalah saat yang baik,”.
“Tujuh belas adalah angka suci. Tujuh belas adalah angka keramat. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Romadlon. Hari jumat ini jumat legi, jumat yang manis, jumat yang suci. Dan hari jumat tanggal 17. Al-Qur'an diturunkan tanggal 17. Orang Islam melakukan sembayang 17 rokaat dalam sehari. Mengapa Nabi Muchammad memerintahkan 17 rokaat, bukan 10 atau 20? Karena kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia.”
“Ketika aku pertama kali mendengarkan berita penyerahan jepang, aku berfikir kita harus segera memproklamirkan kemerdekaan. Kemudian aku menyadari, adalah takdir Tuhan bahwa peristiwa ini akan jatuh di hari keramat-Nya. Proklamasi akan berlangsung tanggal 17. Revolusi akan mengikuti setelah itu.”
Jawaban bung Karno ketika pada tanggal 15 Agustus 1945 diculik oleh pemuda ke Rengasdengklok.
_____________
Bersumber dari :
Rangkuman Pitutur Luhur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi.
Tutur Cerita dari M. Subchi Azal Tsani.
BUNG KARNO: Penyambung Lidah Rakyat, (2020), oleh Cindy Adam.
Ida Ayu Nyoman Rai Ibu Bangsa, (2012), oleh Dr. Nurinwa Ki S Hendrowinoto.
Trilogi Spiritualitas Bung Karno: CANDRADIMUKA (2013), oleh Dian Soekarno
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus