ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiSambut Puluhan Murid Baru, THGB Makin Berkembang Dari Tahun Ke Tahun
· 3 menit baca · Diperbarui
SEKILAS TENTANG THGB
THGB adalah sebuah lembaga pendidikan yang terletak di desa Losari - Ploso, Jombang, Jawa Timur. Didirikan oleh Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi pada tanggal 12 Robi’ul Awwal 1406 H/ 1985 M, Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat sendiri memiliki arti 'penjagaan terhadap anak laki-laki dan anak perempuan'.
Penjagaan yang dimaksud bukannya penjagaan secara fisik saja, tetapi secarah ruhaniah dan juga fitroh anak yang suci. Adapun yang diajarkan dalam pendidikan di THGB tidak lepas dari Al Qur-an dan Hadits.
Latar belakang didirikannya THGB awalnya adalah untuk sekolah putra Kyai Mukhtar dan putra putri Bapak Kholifah, namun karena membludaknya minat warga Shiddiqiyyah yang ingin menyekolahkan putra putrinya di THGB, maka THGB pun dibuka untuk umum.
Bahkan saat ini jumlah murid THGB dari Bustan Ula sampai Bustan Tsalits (setara Sekolah Menengah Atas) mencapai kurang lebih 1000 murid dari berbagai macam daerah.
Lembaga pendidikan ini didirikan di atas lahan yang luasnya kurang lebih 7.242 m2, dengan luas bangunan kurang lebih 1.518 m2. Adapun fasilitas yang tersedia meliputi ruang belajar mengajar, ruang guru, perpustakaan, UKS, lapangan olahraga, musholla, masjid, asrama putra, asrama putri, ruang komputer, kantin dan sarana pendukung lainnya.
TUJUAN THGB
Tujuan dari pendidikan THGB adalah untuk mencapai Ridho Alloh melalui syukur, atau dengan kata lain mencetak generasi yang abdan syakuro, dalam bahasa Arab berarti hamba yang bersyukur. Bersyukur akan segala hal, tak peduli apapun pekerjaannya. Apabila nantinya anak tersebut berprofesi sebagai petani, maka sebagai petani yang bersyukur. Apabila nantinya anak tersebut berprofesi sebagai guru, maka sebagai guru yang bersyukur, dst.
Selain itu, pendidikan THGB juga menyiapkan generasi-generasi penerus perjuangan Shiddiqiyyah.
Dari situ bisa kita fahami bahwa THGB adalah lembaga pendidikan yang lebih mengutamakan bekal keilmuan sebagai berlian hidup di dunia sampai di akhirat. (OPSHID Media)
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis