Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Hari Pahlawan: Bukti Jati Diri Indonesia Yang Gemparkan Dunia

10 November 2023 09:00

Hari Pahlawan: Bukti Jati Diri Indonesia Yang Gemparkan Dunia

GEMPARKAN DUNIA

Menurut Shiddiqiyyah, peristiwa-peristiwa pada masa upaya memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan tersebut tidak hanya sekedar pertempuran ataupun insiden besar saja. Adapun peristiwa yang berkaitan dengan perjuangan dan pertahanan kemerdekaan itu juga bentuk penampakan Jati Diri Indonesia dan merupakan nikmat/rochmat khusus bagi Bangsa Indonesia.

“Diantaranya tanda-tanda rochmat yang dimaksud (Pembukaan UUD) alenia tiga itu rochmat khusus, bukan rochmat umum. Diantaranya di waktu NKRI berusia 3 bulan dalam ayunan ibu pertiwi, menggemparkan dunia, dunia gempar dan mata dunia melihat bukti-bukti jati diri NKRI”, pitutur luhur Sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam acara Peresmian Pesantren dan Masjid Hayya ‘Alash Sholaah Hayya ‘Alal Falaah.

Dalam acara yang sama, Sang Mursyid Shiddiqiyyah menjelaskan bahwa pertempuran di Surabaya adalah perang badar kubro Indonesia, dan perjuangan-perjuangan tersebut diibaratkan seperti perjuangan para Nabi.

“124.000 Nabi semuanya berani, tidak ada seorang pun yang pengecut. Semua Nabi itu suci, tidak ada Nabi yang kotor, jadi kita menghormati semua para nabi-nabi. Memang benderanya Rosululloh S.A.W waktu perang kubro merah putih.”

Nilai-nilai dari peristiwa-peristiwa ini perlu dicontoh generasi penerus Bangsa Indonesia. Sebab seperti yang diketahui bahwa peristiwa tersebut merupakan penampakan Jati Diri Bangsa Indonesia, dan jati diri inilah yang tak boleh hilang dari dalam jiwa suatu bangsa.

“Bahaya yang terbesar yang mengancam Indonesia ini bukan bahaya gunung meletus, bukan bahaya tanah longsor, bukan bahaya sungai. Bahaya yang terbesar yang mengancam negeri kita, terkikisnya Jati Diri Bangsa Indonesia, itulah bahaya yang terbesar. Jika Jati Diri Bangsa Indonesia terkikis , sekarang Indonesia di tangan fatamorgana, adanya sama dengan tiadanya, ada namanya, ada bentuknya, ada warnanya, tapi sebenarnya jati dirinya sudah tidak ada”, dawuh Sang Mursyid di acara Tasyakkuran dalam Rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional di Gedung Balai Pemuda Surabaya (09/11/2022).

Setelah itu, di acara yang sama Sang Mursyid menjelaskan bahwa jati diri itu ghoib, tidak dapat ditangkap panca indera namun tampak pada peristiwa seperti Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya, proklamasi kemerdekaan, berdirinya NKRI, termasuk pula Hari Pahlawan Nasional, “Masalah Hari Pahlawan Indonesia 10 November, satu-satunya kota pahlawan, seluruh dunia tidak ada, hanya ada di Indonesia, itu pun penampakan Jati Diri Bangsa Indonesia.”

Jadi sebagaimana yang sering diingatkan dan ditegaskan oleh Sang Mursyid Shiddiqiyyah, bahwasanya kita sebagai Bangsa Indonesia memerlukan dan haruslah “Kembali kepada Jati Diri Bangsa Indonesia.” (OPSHID Media)

Penulis: Baqiyat Aliansyah Siregar

Editor: Sa’adatush S.