ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Syukuri Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, OPSHID Salurkan Bantuan di Desa Kelahiran Wage Soepratman
13 Oktober 2023 09:00

Purworejo — Selain pembangunan Rumah Syukur Layak Huni, OPSHID punya cara lain untuk mensyukuri Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke 95. Yaitu OPSHID Zona 2 (Provinsi Jawa Tengah dan DIY), yang menyalurkan bantuan berupa Pembangunan Bak Tampungan Air Bersih dan Jaringan Air Bersih di kampung halaman kelahiran Wage Soepratman, pahlawan nasional pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza. Tepatnya Minggu (8/10/23) dilaksanakan ceremoni penyampaian bantuan tersebut di Beji, Desa Somongari, Kaligesing, Purworejo.
Menurut cerita dari Muksin Zunaidi sebagai OPSHID dari Zona 2 yang mengordinir program bantuan ini, warga Desa Somongari seringkali kekurangan air bersih. Terutama pada musim kemarau berkepanjangan seperti yang kita alami saat ini, daerah Somongari mengalami kekeringan.
“Karena itu, warga Somongari akhirnya membuat jaringan air bersih sendiri yang ala kadarnya, tetapi itupun masih belum mampu memenuhi kebutuhan semua warga. Contoh, 1 selang kecil yang sebetulnya dipakai untuk 1 orang, tapi di sana dipakai untuk 3 orang”, tutur Muksin. “Sampai mereka ambil airnya itu mikul sendiri ke sumber mata air terdekat, itu jaraknya 1,2 kilo”.
Gagasan ini diinisiasi oleh OPSHID Zona 2, tentu dengan izin dan dukungan penuh dari Pimpinan OPSHID FKYME Bapak Maulana M. Subchi Azal Tsani. Hal ini bermula saat OPSHID Zona 2 melaksanakan Jelajah Desa (salah satu program sosial OPSHID) dan bershillaturrohmi ke Somongari, yang kemudian berlanjut pada program bantuan bak penampungan air ini.
“Jadi kronologinya itu kan 3 tahun yang lalu (2020–red), pada saat kami Jelajah Desa mensyukuri Sumpah Pemuda, kami fokuskan di desa kelahiran Wage Soepratman, berlanjut pada pelayanan kemanusiaan. Ternyata di sana kekurangan air bersih”, terang Muksin.
Ini adalah kali pertama OPSHID menyalurkan bantuan berupa bak penampungan air dan jaringan air bersih, dan nilai akumulasi untuk bantuan ini adalah 150 juta rupiah. “Untuk proyek pertama ini kami contohkan dulu di Dusun Beji yang berisi 60 KK. Kira-kira 150 juta lah. Tapi kalau untuk mem-backup seluruh penduduk 1 Desa kurang lebih 400 KK, kebutuhannya sampai milyaran”, jelas Muksin. “Tapi kita selangkah demi selangkah dulu. Semoga masyarakat disana bisa swadaya, atau pemerintah pun juga bisa mencontoh”.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Bapak Santoso Widodo dari forum warga Dusun Beji, “harapannya ketika ini berhasil, kita duplikasi. Sehingga pedukuhan lain juga bisa mewujudkan hal yang serupa, dan mulai memandang pentingnya kebutuhan air”.
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur