Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Hariyanti: Pembersih Kolam di Palembang Berhasil Antar Anak Jadi Sarjana

03 November 2025 15:00

Hariyanti: Pembersih Kolam di Palembang Berhasil Antar Anak Jadi Sarjana

Rumah-rumah warga yang tak layak huni sering kali terabaikan oleh pemerintah selama bertahun-tahun. Sehingga kedatangan kelompok pemuda Shiddiqiyyah yang membangun rumah secara gratis membuat warga heran, bertanya-tanya bagaimana bisa ada yang mau membangunkan rumah begitu saja. Seperti yang dialami Hariyanti, “Ada yang tanya, daftarnya di mana?” Ia menjawab, “Nggak tau darimana, mereka datang sendiri. Tau-tau datang langsung ngasih (bangun rumah)”.

Hariyanti: Pembersih Kolam di Palembang Berhasil Antar Anak Jadi Sarjana
Hariyanti bersama Kedua Putrinya

Melihat rumahnya yang sudah selesai dibangun dan akan diresmikan pada 28 Oktober 2025 mendatang, Ulya Afifah, anak kedua Hariyanti merasakan impiannya terwujud melalui program ini. “Senang banget! Dari dulu aku sama mbakku kepikiran buat memperbaiki rumah, tapi belum kesampaian. Ini impian kami, alhamdulillah bisa dapet rumah”.

Ulya juga berharap, dengan rumah barunya ini bisa lebih fokus belajar karena tidak perlu khawatir lagi dengan kondisi rumahnya. Ia juga menyampaikan doa untuk teman-teman OPSHID dan kelancaran program ini. “Semoga tetap sehat selalu dan rezekinya makin banyak, biar ke depannya makin banyak lagi yang bisa terbantukan”

Meski hidup tanpa sosok ayah dalam keluarga, Hariyanti berhasil membesarkan anak-anaknya dengan kasih sayang dan ketabahannya menghadapi cobaan hidup. Ketulusannya itu menumbuhkan pula kekuatan bagi anak-anaknya. Seperti yang dirasakan Ulya, “Kalau kata orang keluargaku termasuk broken home, aku malah nggak pernah ngerasa sampai sekarang. Setiap hari bahagia aja sama ibu dan mbak. Malah lebih bahagia semenjak pisah”, sambung Ulya “Terima kasih banyak ibu untuk semuanya”. (OPSHID Media)

Semoga Haryanti benar-benar merasakan arti rumah sebagai sumber ketenangan hidupnya. Dari luka bathin yang pernah menimpa rumah tangganya, kini terbuka jalan menuju kebahagiaan bersama anak-anaknya di tempat yang lebih aman. Di Rumah Syukur yang akan ditempatinya, semoga ia terlindung dari badai kehidupan. Dan kelak, buah hatinya membawa warisan paling berharga dari orang tuanya—akhlak mulia (adabin chasanin).

 

Penulis:

Editor: Nuraida