Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Berkat Adanya Pesantren di Pelabuhan Ratu, Shiddiqiyyah Tebarkan Dampak Positif Bagi Warga Sekitarnya—RPS Salah Satunya

28 Juni 2025 17:00

Berkat Adanya Pesantren di Pelabuhan Ratu, Shiddiqiyyah Tebarkan Dampak Positif Bagi Warga Sekitarnya—RPS Salah Satunya

Tak hanya program RPS, sejak tasyakkuran peresmian Pesantren HSHF pada 15 Oktober 2023, Shiddiqiyyah juga kerap menebarkan kemanfaatan. Di antaranya adalah  zakat fitrah pada Idul Fitri, Santunan Nasional pada tasyakkuran Maulid Nabi Muhammad SAW, dan juga ibadah Qurban pada Idul Adha.

Muchroddin selaku pengurus harian Pesantren HSHF dan juga pengurus harian BTQ di Pesantren HSHF menyampaikan, “kalau kegiatan sosial rutinnya zakat fitrah, Santunan Nasionalnya Dhibra, sama Qurban. Itu setiap tahun pasti ada,” kata Muchroddin.

“Selain kegiatan santunan, itu juga ada BTQ (Bustan Tsamrotul Qolbis Salim, taman pendidikan Qur-an/TPQ yang dibentuk Shiddiqiyyah—red) di Pesantren HSHF. BTQ ini gratis, untuk murid-muridnya sama sekali tidak dipungut biaya. Sekarang ada sekitar 40-50 an murid yang aktif,” tambah Muchroddin.

Berkat Adanya Pesantren di Pelabuhan Ratu, Shiddiqiyyah Tebarkan Dampak Positif Bagi Warga Sekitarnya—RPS Salah Satunya
BTQ di HSHF, dok. Foto pengurus Pesantren HSHF

Beberapa kegiatan-kegiatan di atas itulah yang membangun hubungan antara pihak Pesantren HSHF dan warga sekitar. Keakraban yang terjalin inilah yang menyebabkan perangkat desa setempat sudah tidak kaget dengan gerakan-gerakan sosial kemanusiaan yang diinisiasi oleh OPSHID, termasuk pembangunan RPS. Sebagaimana disampaikan oleh Eris Ruswandi, sekretaris Desa Wangun Sari Kecamatan Cisolok terkait hal ini.

“Jadi waktu warga sini kaget karena ada OPSHID survey rumah, saya bilang ke mereka, ‘ga usah takut, itu dari Shiddiqiyyah, mereka baik-baik itu,’ begitu kata saya.” Ujar Eris kepada OPSHID Media di titik pembangunan RPS.

Dibangunkannya 5 unit RPS untuk 5 orang warga di sekitar Pesantren HSHF ini 100% gratis dan tidak dipungut biaya sepeserpun bagi para penerima. Harga per unit rumah pintar bisa mencapai kurang lebih 150 juta rupiah, tidak termasuk operasional dan konsumsi selama pembangunan. Harapannya, para penerima yang mengalami kesulitan ekonomi ini, dengan memiliki hunian yang lebih layak dan nyaman, bisa terbantu dan termotivasi untuk memiliki hidup yang lebih sejahtera. (OPSHID Media) 

Penulis:

Editor: Nuraida