ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
“OPSHID Amat Sangat Membantu Banyak Orang,” Mahasiswa UGM Nyatakan Dukungan Untuk Program RPS OPSHID
23 Juni 2025 17:30

Sukabumi—OPSHID secara resmi telah memulai pembangunan 5 unit Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS) di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, dengan Peletakan Batu Syukur serentak pada Minggu (22/06/25) pagi.
Pembangunan RPS ini tergabung dalam program Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) oleh DHIBRA Shiddiqiyyah tahun 2025.
Seremoni Peletakan Batu Syukur di Wangun Sari, Cisolok, Sukabumi dihadiri oleh Kapolres Sukabumi, Kapolsek, Kades, Kadus, dan BHABINKAMTIBNAS setempat.
Selain itu, hadir pula Sekretaris Desa setempat Eris Ruswandi. Eris mengaku, sudah akrab dengan para pemuda Shiddiqiyyah karena sudah mengenal semenjak adanya Pesantren Hayya ‘Alash Sholah Hayya ‘Alal Falah (HSHF).
“Warga sini pada kaget ada pemuda Shiddiqiyyah yang datang mau bangun rumah gratis. Saya cuma bilang, ‘ga usah takut, mereka itu baik,’” demikian disampaikan oleh Eris.
“Karena itu saya mengundang anak-anak mahasiswa UGM yang sedang KKN untuk hadir di peletakan batu pertama", lanjutnya.
Betul, pada hari itu turut hadir pula para mahasiswa dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta yang sedang melaksanakan program KKN di Desa Wangun Sari. Sebanyak kurang lebih 26 mahasiswa lintas fakultas hadir dan menunjukkan dukungan.
“Kami ini terdiri dari 4 cluster, 4 cluster itu adalah Soshum (Sosial dan Humaniora—red), Medika, Saintek (Sains dan Teknologi—red), dan Agro,” terang Thaariq, salah seorang mahasiswa.
Thaariq selanjutnya menjelaskan bahwa salah satu program yang akan diwujudkan para mahasiswa KKN di desa tersebut adalah membangun perpustakaan.
“Kita ingin meningkatkan literasi. Jadi kita akan membangun perpustakaan desa, yang mana kami juga sudah menyiapkan buku-bukunya. Selain itu, kami juga mau menetapkan peraturan cinta lingkungan, baik di desa maupun di area wisata,” jelas Thaariq, yang juga menyampaikan bahwa para mahasiswa juga sedang mengumpulkan data tentang permasalahan-permasalahan di desa yang bisa mereka bantu mencari jalan keluarnya.
Karena semangat para pemuda-pemuda ini, Eris merasa perlu mempertemukan antara pemuda mahasiswa dan mahasiswi UGM dengan pemuda pemudi Shiddiqiyyah. “Biar mereka juga mencontoh dan bisa mendukung pembangunan RPS”, ucap Eris.
Wali Talqin Shiddiqiyyah Bapak Suhardono pun menggarisbawahi keunikan dari kejadian tersebut, dan mengatakan dalam sambutannya, “pemuda ketemu pemuda, dengan semangat yang sama untuk membangun Indonesia.”
Ketik ditanya bagaimana pendapatnya mengenai program RPS, Thaariq menjawab, “jujur OPSHID ini amat sangat membantu banyak orang.”
Thaariq takjub dengan besar dan masifnya program Rumah Syukur, terutama yang sedang dibangun dalam rangka kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI ini sebanyak 136 unit (data per 23 Juni 2025).
“Sebagai rasa syukur kami, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai warga negara Indonesia, kita harus saling supportif ketika ada kegiatan seperti ini. Jika memang dibuka kesempatan lain, menurut saya menarik apabila kita bisa bekerjasama lebih jauh lagi”, kata Thaariq menutup pernyataannya.
Sejalan dengan yang disampaikan Thaariq, Azkiya selaku ketua mahasiswa KKN UGM 2025 juga menyatakan dukungannya untuk OPSHID. “Ini satu hal yang sangat berdampak untuk masyarakat Wangun Sari ini. Semoga bisa terus berdampak positif pada masyarakat Indonesia, terutama pada warga-warga yang belum mendapatkan hak-hak kemerdekaan mereka,” Azkiya menyampaikan harapannya terkait program RPS.
Semoga kita sebagai pemuda pemudi Indonesia bisa memanfaatkan masa muda kita dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat Indonesia dan untuk membangun Indonesia. (OPSHID Media)
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur