ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Berkat Adanya Pesantren di Pelabuhan Ratu, Shiddiqiyyah Tebarkan Dampak Positif Bagi Warga Sekitarnya—RPS Salah Satunya
28 Juni 2025 17:00
Sukabumi—pasca dirikan Pesantren Hayya ‘Alash Sholah Hayya ‘Alal Falah (HSHF) di Pelabuhan Ratu - Sukabumi, Shiddiqiyyah kerap tebarkan kemanfaatan bagi warga di sekitarnya. Salah satunya adalah program santunan rumah gratis berkonsep Smart Home atau Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS). RPS masih tergabung dalam santunan nasional Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) pada tahun 2025 yang membangun sejumlah 136 unit rumah gratis di seluruh Indonesia Raya. Program ini adalah bentuk syukur warga Shiddiqiyyah akan kemerdekaan bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI.
RPS dibangun oleh Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) sebanyak 5 unit di kecamatan Cikakak (2 unit) dan Cisolok (3 unit). Pembangunan telah dimulai pada Minggu (22/06/2025) dengan seremoni peletakan batu pertama dan ditargetkan untuk rampung sebelum 17 Agustus 2025 mendatang.
RPS dibangun untuk 5 orang warga di kecamatan Cikakak dan Cisolok yang dinilai memenuhi kriteria: memiliki rumah yang sudah tidak layak huni dan mengalami kesulitan secara ekonomi hingga tidak bisa merenovasi rumahnya. Adapun 5 orang penerima RPS tersebut adalah:
1. Asep Nurdiansyah (47), Desa Cimaja, Kec. Cikakak, Sukabumi
2. Sumardi (55), Desa Sukamaju, Kec. Cikakak, Sukabumi
3. Oha (76), Desa Wangun Sari, Kec. Cisolok Sukabumi
4. Suherman (53), Desa Wangun Sari, Kec. Cisolok Sukabumi
5. Misbahudin (40), Desa Wangun Sari, Kec. Cisolok Sukabumi
Adapun pemilihan Pelabuhan Ratu sebagai daerah untuk dibangunkan RPS, masih ada kaitannya dengan adanya Pesantren HSHF di Pelabuhan Ratu yang didirikan oleh Shiddiqiyyah. Senada dengan apa yang disampaikan oleh sekretariat DPP OPSHID Mulyono, “sebagian karena kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat sekitar Pelabuhan Ratu bahwa di sana ada Pesantren HSHF itu,” jelas Mulyono.
“Jadi kita juga perlu menunjukkan kepada masyarakat sekitar, Shiddiqiyyah itu seperti apa. Dengan dibangunkan rumah di sana masyarakat akan semakin tau tentang Shiddiqiyyah,” lanjutnya. “Di samping itu juga ada tujuan untuk menyejahterakan warga di sekitar pesantren.”
- Berkali-kali Didata, Tak Kunjung Nyata, Ahmad Kini Miliki Rumah Gratis dari Shiddiqiyyah
- Yatim Piatu di Bogor Menanti Masa Depan di Rumah yang Hampir Roboh
- Chrinsesia: Ditinggal Wafat Sang Suami, Rumah Syukur Pertama Menjejak di Tanah Papua
- Surat Terbuka Yang Tidak Dibuka: Catatan Tentang Paket Rahasia Sehat Tentrem
- Suliyastiningsih: Rumah Syukur yang Mengubah Air Mata Menjadi Senyuman di Kaki Gunung Arjuno
- Perjalanan Spiritual Dalam Mencari Makna Di Balik Kretek Sehat Tentrem
- Martono: Buruh Sampah Yang Dapat Rumah Gratis
- Eksperimen Kretek Untuk Penyembuhan - Catatan Pribadi Dokter Hewan Tentang Sehat Tentrem
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya