Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI

20 Agustus 2026 15:00

Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
Tali Asih kepada Yatim Piatu

Tak berhenti d kegiatan yang bersifat nasionalis dan spiritualitas. Shiddiqiyyah unjuk aksi nyata melalui kegiatan sosial dengan menyalurkan santunan dan tali asih sebanyak 270 paket ditujukan kepada veteran, fakir miskin dan yatim piatu. Dengar rincian paket berisi sandang, sembako dan uang tunai. Yang mana jumlah keseluruhan santunan mencapai Rp59 juta.

Dalam acara tersebut, Ibu Nyai Shofwatul Ummah mengawali dengan mengingatkan pentingnya mensyukuri seluruh nikmat yang diberikan Alloh Ta'ala, baik nikmat lahir maupun bathin. Menurut beliau, rasa syukur akan membentuk pribadi yang tidak mudah mengeluh ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Kalau kita selalu bersyukur, InsyaAlloh kita tidak mudah ngersulo ketika mendapatkan kesulitan,” pesan beliau.

Namun, salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya memahami sejarah kemerdekaan Indonesia dengan benar. Beliau menjelaskan bahwa 17 Agustus 1945 merupakan hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, sedangkan 18 Agustus 1945 merupakan hari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

“Kalau orang ingat sejarah dan bersyukur, InsyaAlloh menjadi orang yang amanah dan bersih,” pesan Ibu Nyai Shofwatul Ummah.  

Sebaliknya, jika generasi hanya mengenal perayaan kemerdekaan sebagai “Dirgahayu Republik” tanpa memahami sejarah Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus, dikhawatirkan pada masa mendatang perjuangan tersebut justru dipahami sebagai pemberian dari pihak asing, bukan sebagai hasil perjuangan panjang para pahlawan, maupun para veteran yang menjadi saksi hidup kala itu. 

Dengan demikian, rangkaian kegiatan ini mempertegas posisi Shiddiqiyyah dalam memadukan nilai nasionalisme tanpa meninggalkan nilai spiritualitas dan sosial. Harapannya agar nilai-nilai kemerdekaan tak hanya dirasakan oleh segelintir orang saja, melainkan dapat dirasakan langsung oleh para pejuang veteran, fakir miskin dan yatim piatu. (OPSHID Media) 

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.